Duplikat idola 3
By rohmah cipzz
Kesibukan disekolah udah dimulai setelah hari minggu libur. Icha melagkah dengan semangat. ia berharap bisa selalu ketemu si
alan disekolah. Tapi gak nyangka ternyata si alan udah nunggu dia di depan pintu gerbang. “semangat amat. gak sabar ketemu aku ya?” tanya alan pede sambil bersandar di gerbang.
“ih pede gila ya situ. Gak juga. Tiap hari kan emang semangat :P”
“iya deh percaya. Semangat jadi aneh juga iya. Haha... ntar pulang sekolah aku mau ajak kamu ke suatu tempat. Mau gak?”
“oke”
Mereka kemudian masuk ke kelas masing-masing.
@@@
“emang kamu mau ajak aku kemana lan?” tanya icha ke alan yang sekarang mau ngajak dia jalan2.
“ke kebun deket smp 11”
“dimana tuh? Kok aku gak pernah tau ada kebun disekitar situ”
“ya pokoknya ada deh. yuk”
@@@
Sampe dikebun. Alan memetikkan bunga mawar buat icha. Romantis beud nih. Alan memberikan bunga mawar itu ke icha yang masih agak bingung.
“emang bunga disini boleh dipetik sembarang orang?” tanya icha.
“ini kebun punya mama. Dulu waktu dia masih hidup, selalu kesini”
“jadi dulu mama kamu yang mengelola kebun ini?”
“ada orang lain yang khurus ngurus ini kebun. Tapi mama tiap hari tetep kesini buat memantau. Aku juga sering di ajak kesini. disini tenang. sejuk. Kamu suka gak?” tanya alan.
“suka kok. Aku setuju. Disini tenang, sejuk. Asik deh. gak berisik”
Alan mengajak icha duduk. Mereka duduk di kursi panjang yang terbuat dari besi dan diwarnia dengan cat putih.
“aku.. aku suka kamu cha. Kamu mau gak jadi pacarku?” alan mengungkapkan isi hatinya.
Icha terdiam. Bingung mesti ngomong gimana. baginya ini terlalu cepat.
“kok diem cha? Kamu gak mau jadi pacarku ya?”
“mending kita temenan aja dulu lan”
“jadi intinya aku ditolak nih?” alan kecewa.
“em gak gitu juga sih. aku belum kepikiran ke arah sana. Menurutku lebih baik kita temenan aja dulu. kita kan baru kenal”
“oke cha kalo itu mau kamu. bakal aku turutin” alan berusaha tersenyum. Icha merasa gak enak ama alan tapi emang itu yang ada dipikirannya sekarang. Belum mau ada komitmen.
@@@
Berhari-hari kemudian. Alan dan icha makin dekat tapi masih sebatas teman. Alan berharap icha bisa membuka hati buat dia sebagai pacar. Tapi icha belum memperlihatkan tanda2nya. sampe pada hari dimana alan harus mengungkapkan hal yang ia kurang suka.
“aku mau ngomong sesuatu ma kamu cha” kata alan waktu di taman sekolah.
“mau ngomong apa lan?”
“minggu depan, aku pindah sekolah. Bokap pindah dinas keluar kota. Di jabar. Jadi aku harus berpisah ama kamu cha” jelas alan. Matanya sayu.
“yach aku bakal kehilangan teman donk. tapi kalo emang itu yang terbaik, ya udah jalani aja lan. Moga kamu selalu bahagia”
“makasih cha. Minggu depan, hari sabtu aku cabut ke jabar”
@@@
Pulangnya...
Icha berjalan gontai menuju halte. Kenapa hatinya gak rela alan pergi jauh? Padahal dia udah menentukan kalo mereka hanya teman. Apakah ini kehilangan seorang teman ato seorang cinta sejati? entahlah.. icha bingung ama perasaannya.
Icha menaiki bis karena udah datang. Di bis gak begitu sesak. Hujan mulai turun dari atas membuat titik air di jendela luar bisa. Icha memandang hujan diluar dengan mata sayu. Hatinya sedih karena akan kehilangan alan. Teman cowoknya. Nyebelin dan jail. Tapi yah.. emang itu yang harus dihadapinya.
@@@
Sabtu pagi..
Alan udah siap2 berangkat menuju jabar bersama ayah dan sopir pribadi ayahnya. Alan udah menitipkan sepucuk surat buat icha lewat pos. Moga icha gak sedih doa alan dalam hati.
Disepanjang perjalanan, alan terus memandangi jalanan yang basah oleh air hujan. setelah satu jam perjalanan, hujan turun dengan deras. Hati alan jadi sedih karena ingat icha. Moga suatu saat dia bisa bertemu icha lagi. (backsound kim jong hyun *shinee* - so goodbye) :’(
@@@
Sabtu sore..
“cha. Ada surat buat kamu” kata mama icha waktu dia baru sampe rumah. Icha menerima surat itu dengan was was. Dari siapa ini? selama ini dia gak pernah dapet surat kayak ginian.
Ya Tuhan ternyata dari alan, kata icha dalam hati. buru2 dia buka surat itu. isinya perpisahan alan pergi ke jabar. Alan bilang kalo mereka jangan sampe hilang komunikasi, karena suatu hari nanti alan akan menemui icha di kebun dekat smp yang dulu sering didatangi oleh alan dan icha. Selamat tinggal alan oppa. Kembaran kak lee seung gi ku..:’(
@@@
Lima tahun berlalu.
Lulus sekolah, icha membantu ibu nya usaha toko cup cake nya. sekarang icha udah pintar bikin cup cake yang enak. Kalo dulu jaman sekolah kan masih belum serius belajar dan masih sering acak2an. Sekarang udah mendingan. Karena setiap hari belajar dari mamanya dan setelah lulus sekolah dia fokus mengurus toko kue mamanya. Icha bahagia menjalani hari2nya. dia seneng banget setiap hari membuat kue. Gak ada bosan2nya. apa pun selalu buat dia senang. Tapi ada satu yang kurang. Dirinya belum menemukan belahan jiwa. Si fika sahabatnya waktu sma, udah mau ngenalin dia ke cowok, tapi icha selalu menolak. Dalam hati icha selalu menanti kehadiran alan. Yang gak tau kapan akan datang kesini. gak tau kapan akan menemuinya ke kebun yang dulu selalu mereka kunjungi karena tempatnya yang sejuk dan tenang.
Tiga tahun setelah berpisah, tiba2 alan memutuskan komunikasi. Icha gak tau apa alasannya. Tiba2 alan menghilang. Jelas icha merasa kehilangan banget. berhari2 menangis karena kangen ama alan. Baru dia sadari kalo alan begitu berarti. Kenapa dulu dia gak trima alan aja? mungkin gak kayak gini kejadiannya. Icha sedih.
“kalo jodoh pasti ketemu cha” kata mama waktu icha bikin kue sambil nangis karena lagi kangen alan. (backsound afgan – jodoh pasti bertemu).
“iya mam. Tapi .. aku takut kehilangan dia. aku takut kalo dia kenapa2. Aku takut dia udah menemukan belahan jiwa baru dan melupakan aku”
@@@
Berminggu-minggu berlalu.
Seminggu lagi ultah icha yang ke 21. Icha dan mama gak ada acara yang meriah untuk menyambut ultah icha. Rencana mereka adalah membagikan bonus kue tambahan buat pelanggan setia yang datang ke toko ato pesan pada hari ultah icha. Icha menyambut hari ultahnya dengan hati yang biasa aja. tapi dia tetap berusaha untuk bahagia. Demi mamanya.
Hari ini.. ada pemesan misterius yang gak mau kasih tau namanya. Dia pesan lewati telpon pagi ini. pesan cupcake isi 7 buah. Dan harus dihias oleh orang yang bernama icha. Siapa orang ini? tanya icha dalam hati. apa dia teman icha sekolah dulu kog bisa kenal dia?. cupcake itu icha antarkan ke alamat rumah pemesan misterius dengan sepeda. Sampe dirumahnya, icha makin penasaran ingin tau siapa orang misterius ini.
Tapi yang menerima cupcake dan membayarnya bukan orang yang beli tapi pembantunya. Huf.. icha gak enak mau kepo. Jadi dia urungkan niatnya. Pulang masih dengan rasa ingin tau.
@@@
Sampe saat hari ultah icha yang ke 21. Datang seseorang yang gak icha dan mama kenal. orang itu pake topi, kacamata, dan kumis. Wajahnya gak begitu ketara.
“saya pesan caucake paling enak disini, 21 buah. Gak pake lama” kata orang itu.
“oke” icha menyiapkan cup cake pesanan orang gak dikenal ini dengan perasaan penasaran yang luar biasa. Jangan2 kumisnya palsu. Apa dia tarik aja kacamata orang itu dan kumisnya? Tapi itu kan gak sopan!
“ini pak. Totalnya 21 ribu”
“ini” kata orang misterius itu sambil menyerahkan uang lembar 21 ribu ke icha.
“makasih” jawab icha. Orang itu lalu pergi dengan langkah cepat.
Beberapa menit kemudian. Hape icha berdering. Ada telpon masuk dari nomor tanpa nama. Icha mengangkat telpon itu.
“halo” jawab icha.
“dengan icha? Yang dulu ngefans banget ama lee seung gi?”
“iya. Ini siapa? Lee seung gi oppa ya?” tanya icha girang.
“iya. Aku idola kamu. kalo mau ketemu aku. datang ke kebun dekat smp. Aku tunggu dikursi putih”
Mendengar kalimat itu icha langsung tau siapa orang ini. spontan icha cepat2 menuju kebun. “aku pergi dulu mam” pamit icha tiba2 mengagetkan mamanya.
“lho mau kemana cha?” tanya mama bingung.
“nanti aku kabari. Daa”
15 menit icha sampe dikebun dengan sepedanya. Dia mencari-cari seseorang yang duduk di kursi putih. Oh itu dia.. lho itu topinya, kok sama kayak pemesan aneh tadi ya? jangan2...
“kak lee seung gi” panggil icha. Cowok itu menoleh dan tersenyum manis. Dia berdiri. Icha senang melihat orang ini. gak salah lagi. dia adalah idolanya. Bukan kak lee seung gi asli, tapi si alan. Cowok nyebelinnya dulu. sekarang dia.. disini akhirnya ketemu ama idola. Meskipun bukan aslinya. Tapi alan adalah idola hatinya.
“akhirnya..” kata alan.
“kamu kenapa sih sampe gak bisa dihubungi?” mereka kini sama2 duduk.
“ada sesuatu hal.. aku kehilangan nomer hape kamu setelah hape ku hilang. Aku gak tau mau cari kemana. Baru setelah sampe kota ini lagi, aku gak sengaja ketemu fika dan langsung meminta nomer kamu”
“jangan2 pemesan kue misterius seminggu terakhir ini kamu ya?”
“hehe iya cha. Nih. Kue yang aku pesan tadi buat kamu. pas sesuai umur kamu. 21. Hepi b’day ya. moga kamu selalu bahagia”
Icha menerima cupcake enak itu dengan senang hati.
“makasih udah inget ultahku. Makasih kejutannya. Makasih juga udah mau ketemu aku kesini”
“sama2. Jadi.. apa sekarang aku boleh mengisi hatimu dengan cinta?” ungkap alan to the point.
“em..” “ya, boleh” jawab icha sambil tersipu malu.
“yeah.. akhirnya.,, jadi selama ini kamu nunggu aku nih? Kata fika kamu udah gak mau cari cowok lagi setelah aku pergi”
“hah? Siapa? Fika bercanda kali tuh” sangkal icha.
“jangan bohong. Keliatan tau. liat tuh wajah kamu langsung merona. Hahaha. Kayak tomat”
“yee lebih manis aku kali dari pada tomat. Tapi yah.. emang aku nunggu kamu sih” alan langsung senyum2. “gak usah ge-er gitu deh. dasar lebay”
“iya iya cintaku”
“:P”
(backsound lee seung gi – now i love you)
SELESAI