Cinta penjual ikan asin 2
By rohmah cipzz
“uhuk-uhuk..uhuk” suara ayah puri ketika malam tiba. Ibu yang merawat cemas. Sepertinya sakit ayah puri makin parah aja. Si ibu gak yakin apakah besok mereka bisa berjualan ikan ato tidak.
“besok bapak istirahat saja ya dirumah. Untuk sementara libur dulu jualan ikan” kata ibu menawarkan.
“lalu nanti yang jualan ikan siapa bu? Apa ibu mau berjualan sendiri?” jawab bapak agak tidak setuju.
“gampang pak. Nanti bisa di bantu puri”
“puri mana mau bu”
“pasti mau kalo liat ayahnya sedang sakit”
“semoga saja begitu” jawab ayah akhirnya dengan kurang yakin.
@@@
Ibu yang selesai menyuapi ayah makan. Segera menghampiri kamar puri. Ingin mengatakan bahwa bisa tidak besok membantu ibu jualan ikan asik sesudah kuliah.
“pur, besok kamu pulang kuliah jam berapa? Ada acara tidak?” tanya ibu yang sedang duduk di pinggir tempat tidur puri.
“besok selesai duhur bu. Dan puri gak ada rencana kemana-mana” jawab puri sejujurnya.
“bagus kalau begitu. Besok habis kuliah, susul ibu ke pasar ikan ya? Bantu ibu jualan ikan”
“apaaaa?? Kenapa harus puri?”
“lho memang nya kenapa? karena anak ayah dan ibu Cuma puri kan?”
“tapi... puri kan gak suka dekat-dekat dengan ikan bu. , amiiiissss”
“itu bukan masalah besar puri kalo kamu tulus menjalani nya. buktinya ibu dan ayah baik-baik saja selama ini. pokoknya besok pulang kuliah ke pasar ya. Bapak mu sedang sakit batuk dan gak enak badan. Tidak baik jika di paksakan untuk berjualan”
Setelah ibu keluar dari kamar puri. Ia merengung. Galau banget yang ia rasakan. Sampe sekarang dia masih ragu apa kah mau berdekat-dekatan dengan ikan mentah. Ia gak pernah penasaranan apa kah kalo ikan udah di asinkan masih saja amis? Bisa jadi amis nya udah hilang kan? Dia sama sekali gak kepikiran. Sampe sekarang pikirannya masih negatif megenai ikan . padahal hampir tiap hari lauk di rumahnya juga ikan.
“huh yang bener aja gitu” gumamnya dengan risau. Segera ia meng-sms tasya.
Y jls u hrus bntu ibu u pur. Jgn smpe krna ejekan, u jd dh gk brbkti m ortu u. Ikti kt htmu.oke, q ykn, u psti bs.
Balasan berisi dukungan dari tasya sedikit melunakkan hati nurani puri. Ada benarnya juga. Wat apa sih ia harus bingung dengan hal kayak gini. toh ini juga bukan masalah besar. Bingung tuh ya tentang pemanasan global, penebangan hutan secara ilegal, asap polusi dimana-mana, orang lebih mementingkan rasa malas, udah gak ada kehidupan berkasih sayang dengan sesama. Itu baru bingung banget. Tapi masa karena malu jualan ikan, puri jadi gak berbakti ma ortu sih? yang bener aja? Ini baru keliru. Batinnya bersikeras.
Puri mencoba meneguhkan hati untuk bisa menghadapi semua ini dengan lapang dada. Dia mencoba tulus mencoba semua ini. lagi pula sebenarnya kan tugas kita untuk mencoba, bukan menjadi yang paling sempurna. Yang penting ada upaya untuk melakukan yang bisa di lakukan. Puri telah menemukan semangatnya.
@@@
“pur,ntar pulang kuliah jalan2 yuk. Aku boring nih di rumah.” Ajak tasya ama puri ketika kelas terakhir telah usai.
“wah gak bisa tas. Pengen sih, tapi aku mau bantuin ibu ku jualan ikan dipasar” jawab puri apa adanya. ia yakin sahabat nya akan mengerti.
“oh ,, malah bagus tu kalo akhirnya kamu bersedia bantu. Kalo gitu apa aku boleh ikut bantu juga? Aku beneran boring, males Cuma dirumah. Keluar sendiri juga gak asik. Boleh ya pur” pinta tasya
“ya pasti boleh lah. Pasti ibu ku juga seneng, generasi muda ada juga yang mau bersentuhan dengan ikan” “ya udah yuk kita pulang” puri mengajak tasya menuju halte bus untuk pulang.
Pas udah mo nyampe halte. Tiba2 langkah puri dan tasya di hadang oleh bino dan biasa.. sama pacar nya yang sok paling cantik dan modis.
“wah wah.. buru2 pulang pasti mau jualan ikan di pasar ya? Hahaha” seru bino agak keras, sengaja agar banyak orang yang dengar.
“lalu?” tanya puri singkat dan terlihat tidak peduli. ia emang udah muak ama omongan bino yang gak penting. Pengen aja rasanya dia bawa jepitan jemuran untuk menjepit mulut bino yang gak karuan biar bisa diam.
“ya agak kampungan gitu deh. hehe” jawab bino dengan pede nya.
“sebenarnya yang kampungan itu jualan ikan ato sok2 ngolok-olok orang lain agar mendapat perhatian? Aku heran, apa dirumah gak ada yang merhatiin kamu? sehingga kamu selalu mencari perhatian dengan cara2 melontarkan kalimat2 gak mutu kayak tadi?” telak puri membuat bino seketika diam.
“kasihan sekali kamu. , trus apa gunanya ada pacar yang modis kayak gini? kog masih kurang aja perhatian?” tambah tasya untuk membuat bino makin gak berkutik.
Bino terlihat jengkel. Lalu melengos segera pergi. Karena disitu udah terlihat jelas , sebenarnya siapa yang kampungan.
“akhirnya kamu bisa menemukan diri kamu sendiri” kata dimas tiba2 ketika puri dan tasya udah sampai di halte. Dimas duduk dengan tenang di bangku tunggu halte.
“yeah.. begitulah,, aku udah merenung dan akhirnya bisa menemukan jawaban. Itu juga berkat perkataan kamu malam itu. trims ya” puri duduk di bangku sebelah dimas. Sedangkan tasya duduk di sebelah puri. Dimas tersenyum simpul.
“cie cieeee.. ,, kayaknya ada something yang aku gak tau nih. Emang perkataan apa dan maksud nya apa tuh malam itu?” tanya tasya penasaran.
“mau tau aja ato mau tau banget???” goda puri dengan wajah jail.
“bangeeetttt”
“gak gratis lho”
“huuuhhh”
“emang habis ini kalian ke pada kemana?” tanya dimas tiba2.
“emang habis ini kalian ke pada kemana?” tanya dimas tiba2.
“aku ama tasya mo ke pasar ikan. Bantu ibu. Ayah lagi sakit soalnya”
“em. Aku boleh ikut bantu?” dimas menawarkan diri.
Puri menoleh heran. Ini beneran? ,, dimas hanya tersenyum melihat ekspresi gak percaya puri.
“kenapa tidak?”
@@@
Mereka bertiga masih asik bantu ibu puri berjualan ikan asin. Ternyata menyenangkan berjualan ikan di pasar pikir puri. Napa gak dari dulu ia sadar ya? Di pasar tradisional puri bertemu bermacam-macam orang dengan berbagai kepentingan yang beda-beda. Melihat suasana yang ramai dan orang lalu lalang dengan kesibukannya. Sangat menyenangkan ! puri telah menemukan kebahagiaan yang selama ini sempat menajadi momok baginya. Ia menjadi lebih bersemangat menjalani hidup. Pantas saja orang tua nya senang berjualan ikan di pasar. Ternyata memang menyenangkan. Apalagi kalo kita seorang pedagang yang jujur dan senantiasa tulus , ramah kepada pelanggan, gak perlu susah-susah cari konsumen, pasti mereka akan berbondong-bondong datang. Karena sejatinya orang lain pasti membutuhkan kita. Yaitu membutuhkan seorang penjual ikan.
Karena ikan emang lauk yang bergizi. Kalo pengen tau apa aja gizi nya bisa searching di internet, hehehe ^
Puri bangga dengan orang tua nya yang selama ini selalu jujur dan tulus melayani pelanggannya. Puri mempunyai cita-cita menjadi wirausaha besok, dan ia ingin mengembangkan usaha orang tua nya lebih oke lagi. ya , itu impiannya.
Ketika senja sudah tampak. Puri dan yang lainnya beranjak pulang. setelah beres-beres mereka berjalan pulang menuju rumah masing-masing.
“bagaimana? Enak kan jualan ikan? Setidaknya ada kesibukan yang bermanfaat untuk hari ini” kata ibu puri ketika mereka melewati angkot yang menunggu penumpang.
“iya bu. Ternyata mengasikkan. Kalo melakukan dengan hati ternyata lebih bisa sampai ke hati orang lain. hehehe” jawab puri sambil cengengesan.
“cieee mulai ngomongin urusan hati nih.. ,, puri jatuh cinta. Puri jatuh cinta. Hahaha” ejek tasya. Bikin puri memerah karena merasa kepergok. Dimas seperti biasa hanya diam sambil tersenyum melihat tingkah orang-orang disekitarnya. Sedangkan ia memang tidak banyak bertingkah, dimas seorang yang pendiam.
“jangan ngarang ya tas.. ,, nanti bisa dapat tatapan maut dari aku lho”
“gak takut tuh.. weeekkk” sela tasya sambil melet. Yang lain ketawa termasuk juga puri.
Setelah tasya pulang kerumahnya, dan ibu menaruh barang-barang bawaan di belakang, kini di teras tinggal dimas dan puri. Entah apa yang terjadi puri merasa jantungnya berdebar tak beraturan. Mungkinkah???
Bersambung...