CERPEN CINTA PENJUAL IKAN ASIN 1 by rohmah cipzz

Cinta penjual ikan asin 1
By: rohmah cipzz

        “jadi kamu gak pernah bantu ortu mu jualan ikan ya pur? Bantuin donk, kan kasian.” Kata sahabat puri. Si tasya
        “aduh tas. Aku malu tau gak. masa mahasiswa bau ikan? Yang bener aja gitu??” puri menimpali dengan angkuh.
        “ya ela. Yang penting kan halal. Dan itu juga kan yang bisa
biayain hidup kamu? syukuri aja napa? Masih banyak lho yang lebih susah dari kamu hidupnya.” Jelas tasya menasehati puri sahabatnya.
        “aku tetepan gak berminat tas. Ntar aku bisa tengsin di depannya bino kalo bau ikan. , huw..”
        “okey. Itu pilihan mu pur”

        Puri sering kali bete karena kekurangan yang ia miliki . ia merasa malu kalo sampe temen2 kuliahnya tau kalo ortunya bekerja sebagai penjual ikan asin di pasar ikan di kota tempatnya kini tinggal. Orang tua puri memiliki pelanggan yang banyak karena mereka terkenal jujur dalam berdagang. Puri tak sedikit pun merasa bangga dengan semua itu. ia sering kali berusaha agar orang tuanya berpindah profesi. Tapi ortunya tak berminat usaha lain, mereka udah mantap dengan berjualan ikan di pasar ,buktinya puri bisa kuliah sampe sekarang, ya walaupun puri anak satu2nya dan gak begitu berat bagi ortunya untuk mengeluarkan uang , tapi yang penting mereka masih bisa menyekolahkan puri sampe ke jenjang lebih tinggi kan. Harus nya puri bersyukur. Tapi karena masih ada unsur labil mungkin ini juga gak mudah bagi puri.

@@@

        Pas lagi jalan pulang dari kampus menuju halte bus, tiba2 puri dikagetkan dengan kedatangan mantannya. Sialnya si mantan lagi bersama pacar barunya. Huh. Ini nih yang buat puri jengkel. Kesannya kayak pamer gitu. Siapa sih yang mau dipamerin gitu? Sedangkan puri masih jomblo setelah putus dari si bino mantan resenya.
        “eh ada puri ama tasya” basa basi bino bikin puri pengen muntah. “pur, ortu kamu masih berkutat ama ikan ya?” sambungnya menyebalkan. Seakan mengejek. Ditambah pacar barunya dino yang emang cewek modis, memamerkan kemewahan apa aja yang di pakenya. Merasa ia manusia paling cantik dan mewah. Puri makin pengen muntah saking jijik melihat tingkah mereka.
        “kalo iya emang napa? Mau aku lemparin ikan langsung ke muka gak tulus kamu?” jawab puri ketus.
        “ya gak. Cuma memastikan aja sih. ternyata gak ada perubahan ya? Gitu2 aja dari dulu. hehehe..”
        “mending kamu buruan pergi sebelum aku lempar sepatu” seru puri mulai emosi.
        “santai donk. Kan tadi Cuma becanda”
        “gak lucu”
        “udah deh yank. Gak usah di ladenin lagi. gak penting bergaul ama penjual ikan asin. Yuk pulang” ajak pacar bino dengan lagak sok nya.
        “okeyy.. ,,daa si penjual ikan asin” pamit bino sambil dengan mimik muka mengejek.
        “dasar setan” puri bergumam sebal melihat kepergian bino dan pacarnya.
        “udah cuek aja. Orang dangkal emang kayak gitu pemikirannya. Yuk pulang”
        Tanpa disadari oleh ke dua nya  , di belakang puri dan tasya ada seseorang yang memperhatikan kejadian ejekan itu. seseorang yang puri kenal tapi hanya sebatas teman sekelas.

@@@

        Puri sesenggukan di kamar nya. gara2 di ejek mantannya karena kerjaan orang tuanya yang sebagai penjual ikan asin. Sejujurnya dalam hati kecil puri , ia tau bahwa pekerjaan itu halal dan gak perlu malu karena nya. ikan sangat bermanfaat untuk di  makan, gizi nya juga bagus untuk tubuh. Hati kecil nya selalu mendukung apa yang terbaik, tapi pikiran dan sekitar nya yang jahat sering kali buat puri galau gak karuan. Ia bosan menangis hanya duduk di kasur, lalu beranjak menuju jendelanya. Ia duduk di meja bawah jendela. Dari situ ia bisa melihat luar rumah dengan jelas, untung suasana sepi karena habis hujan . jadi orang mungkin lebih memilih berhangat-hangatan dirumah. Puri masih sesenggukan, ia belum bisa melupakan semuanya. hari ini sungguh hatinya amat mencelos karena ejekan itu. sering sih di ejek tapi gak tau napa hari ini ia begitu sensi, entah karena lagi gak mud ato udah muak dengan semua ini. pelan ia menghapus air mata yang udah mengalir sampe bawah pipi nya.
        “masak Cuma gitu doank nangis sih? cengeng banget!” kata seseorang yang membuat puri bingung. Spontan puri celingak celinguk dan OMG!
        “heh orang sok sibuk, ngapain kamu disitu? Kurang kerjaan banget!!” seru puri mendapati dimas temen sekelas nya tengah berdiri bersandar di dinding gak jauh dari jendela kamar puri. Dimas hanya tersenyum simpul. Gak langsung menjawab. Tuh orang emang suka bikin orang lain penasaran ama sikapnya yang super cuek dan seakan gak pernah ada masalah dalam hidupnya.
        “menurutmu?” jawab dimas singkat.
        “menurutku kamu kurang kerjaan . habis ujan tiba2 disini. Untung aku gak ada riwayat sakit jantung. Udah gitu nempel di dinding lagi” cerocos puri belum bisa menepis rasa herannya ama tingkah dimas.
        “ya suka2 aku donk mau kurang kerjaan ato gak. daripada Cuma nangis aja habis ujan??”
        “terus aja terus nyindir nya. iya emang aku habis nangis, trus napa? Masalah?” jawab puri gak mau kalah.
        “gak pa pa sih. Cuma cengeng aja gitu. Mo sampe kapan akan kayak gitu terus? Sebenarnya itu bukan hal yang penting untuk di tangiskan. Masih ada hal lain yang lebih penting dari pada omongan gak penting orang lain. apalagi ejekan” jelas dimas yang membuat puri melongo gak menyangka ia akan mengatakan itu. dari mana dimas tau kalo aku habis di ejek? Batin puri penasaran.
        “tau dari mana?” tanya puri singkat.
        “perdebatan tadi pulang kuliah. aku kebetulan lewat dekat kamu. mau pulang juga. Udah deh, gak usah dipikir lagi”
        “kadang aku malu ama keadaanku”
        “kalo kamu malu. Lebih jahat kamu daripada orang yang mengejek kamu. terima aja. Toh penjual ikan bukan hal yang buruk. Aku suka makan ikan asin dari ortu kamu. jadi gak perlu sedih. Syukuri aja apa yang kamu punya sekarang” tambah dimas cukup bikin puri terkesiap dengan kata2 cowok itu. lama2 dimas makin bijak aja pikirnya.
        “belajar dari mana?”
        “ha?” dimas gak konek, kini wajahnya melongo polos seakan baru tersadar dari kigauan menyemangati puri.
        “kata2 kamu tadi. kog makin bijak aja nih”
        “oh.. tentu aja dari pak mario teguh. Siapa lagi? hehehe”
        “hem.. ,,aku juga suka beliau kog. Tapi btw,napa kamu tiba2 ada disini?” tanya puri akhirnya karena masih penasaran ama kehadiran dimas yang mengejutkan.
        “well, cukup aku dan Tuhan aja yang tau” jawab dimas sambil berlalu dengan cuek.
        “huuuhh dasaaaaarrr, cowok aneeehh” seru puri
        Dimas menoleh sambil tersenyum simpul dan melanjutkan jalan menuju rumahnya. Puri dan dimas masih satu RT. Mereka udah kenal lama dari kecil, Cuma gak begitu sering main bersama. Tapi dimas gak pernah menjauhkan diri dari puri. Ia santai dan selalu bersikap wajar layaknya seorang teman.

***
        Habis dimas berlalu, puri menutup jendela dan beranjak ke kasur nya yang empuk dengan di lapisi seprai pink lembut bergambar pelangi . ia mengambil buku harian di laci meja belajar dan mulai menulis kata2 curhatan untuk hari ini. setelah mendengar kata2 dari dimas, hatinya kini lebih lega. Lebih tenang dan senang. Perkataan dimas ada benarnya. Bersyukur itu penting. Dan kita gak perlu memikirkan pendapat gak penting apalagi ejekan dari orang lain. jelas itu merugikan dan hanya bisa bikin kita down. So, karena hidup terus berlanjut. Nikmati aja dengan penuh rasa syukur. Maka bahagia itu pasti terasa dihati.
        Malam ini puri memejamkan mata dengan damai dan bersiap menyambut esok pagi dengan semangat menjadi lebih baik.


Bersambung...
Name

cerpen :: say love with flower cerpen DIA LAGI DIA LAGI CerPeN kiTa-kItA ^_^v cerpen LEBIH INDAH cerpen LONELY cerpen LOVE IS YOU cerpen MENUNGGU DI DANAU ANGSA cerpen PELANGI SEHABIS HUJAN cerpen picture of you cerpen ramadhan cerpen remaja Cerpen SAHABAT cinta hampir bertepuk sebelah tangan CINTA PENJUAL IKAN ASIN CERPEN isi hati kisah kasih masa remaja LOLIPOP LOVE CERPEN puisi selingan
false
ltr
item
cerpen1: CERPEN CINTA PENJUAL IKAN ASIN 1 by rohmah cipzz
CERPEN CINTA PENJUAL IKAN ASIN 1 by rohmah cipzz
cerpen1
https://cerpen1-------------------------1.blogspot.com/2013/06/cerpen-cinta-penjual-ikan-asin-1-by.html
https://cerpen1-------------------------1.blogspot.com/
http://cerpen1-------------------------1.blogspot.com/
http://cerpen1-------------------------1.blogspot.com/2013/06/cerpen-cinta-penjual-ikan-asin-1-by.html
true
5874332235829861231
UTF-8
Not found any posts Not found any related posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU Tag ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Contents See also related Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy