miss walking 2 END
by rohmah cipzz
“haha miss walking udah dateng. Kasian ya miss walking udah gak punya ayah jadi gak bisa beliin kendaraan deh” ejek temen yuda. Yuda sendiri belum muncul.
“ayahku emang udah gak ada. Trus apa hubungannya? Kalo aku lebih suka kemana-mana jalan dan pake bis kenapa? ada urusannya ama kalian? Orang sinting”
“alah ngaku aja deh kalo gak bisa beli. Sok gengsi aja jadi orang”
Yuri udah muak. Dari pada di mencak2 gak jelas mending pergi meninggalkan orang2 sinting yang punya mulut nyinyir melebihi ibu2 ngerumpi. Cepat yuri melangkah menuju kelas, langkahnya berhenti ketika gak sengaja menabrak yuda yang muncul dari arah perpus.
“pagi sayang” sapa yuda. Yuri gak peduli dan langsung berlalu meninggalkan yuda yang kebingungan. Buru-buru yuda ngejar yuri.
“sayang. Kamu kenapa kok bete banget?” tanya yuda setelah menggenggam tangan yuri.
“pasti kamu yang atur biar temen2 ngejek aku tadi di gerbang?”
“ngejek? Ngejek apa maksudnya? Aku baru dari perpus yank”
“gak usah pake yank” bentak yuri gemas. “aku udah tau niat busuk kamu tau. kamu emang jahat ya. selama ini kamu yang selalu mulai ngejek aku sampe temen2 kamu ikut2an. Orang jahat” yuri berlalu. Yuda sakit hati dibilang jahat ama cewek yang dia sayang. Kayak di tusuk-tusuk aja hatinya. Pilu, perih. Dia baru saja melihat kesedihan di mata yuri. Meskipun yuri cuek tapi ada kalanya dia sedih di ejek terus. Apa salahnya? Toh dia gak ganggu orang lain. kita bebas menentukan gaya hidup. Mau gimana-gimana ya terserah kita. Orang lain gak boleh mencampuri urusan kita. Itu namanya orangnya gak punya otak kalo suka ngejek orang lain.
Pulang kuliah. diluar hujan deras. Yuri menunggu hujan reda karena dia lupa bawa payung. Temen2 yuda melintas dari parkiran dan udah siap pulang karena mereka udah bawa jas hujan.
“duh kasian yang jalan. Jadi gak bisa pulang. ujan2an aja hahaha” seru si mulut besar.
“heh orang gila pergi sana” bentak yuri. Orang2 disekitar yuri yang juga lagi nunggu hujan reda keliatan gak suka ama mulut si item yang gak bisa di kontrol.
“hahaha kaciiaaaannn” seru si item lagi. yuri memalingkan muka ke arah lain. muak liat orang mulut besar.
Gak disangka, yuda dateng dari belakang yuri,
“sayang. Pulang bareng yuk” kata yuda. “aku bawa payung nih”. Yuri menoleh.
“kenapa kamu bawa payung?”
“jaga2 aja, siapa tau kamu lupa bawa payung. Kan kamu sering lupa”
“perhatian apa ngejek sih? heran, orang2 pada suka ngejek orang lain kenapa sih? kurang kerjaan banget” jawab yuri agak tersinggung.
“gak ngejek cayang. Emang bener2 buat jaga2 kok. Lagi pula kapan aku ngejek? Kan Cuma becanda yank”
“stop panggil sayang” yuri bete, dia pulang menerobos hujan. mungkin sebaiknya dia sendiri dan gak usah ketemu orang2 menyebalkan dulu. tapi yuda mengejarnya. Yuri terus berlari sampe basah kuyup, yuda udah siap mengembangkan payungnya dan masih terus berusaha mengejar yuri. Rambut yuri yang basah dan berantakan membuatnya berhenti untuk menyilakan anak rambut yang jatuh. Sampe kemudian yuda meraih tangan yuri. Hujan masih deras.
“yur. Meskipun kamu sering di ejek, aku tetep suka kamu yur. Aku gak peduli kamu mau gimana. terserah kamu. yang jelas aku cinta kamu. aku gak mau kehilangan kamu. ayo kita pulang. kalo hujan2an ntar kamu sakit” kata yuda sambil memapah yuri ke mobil jemputannya di depan gerbang kampus. yuri masih shok. Muka yuda keliatan tulus banget.
“jok kamu jadi basah” kata yuri setelah di dalem mobil. “aku pulang pake bus aja. kalo di bus kan bisa berdiri”
“jangan yur. Kita pulang sekarang. Ayo pak kita kerumah yuri” sambung yuda ama sopir. Sepanjang jalan yuri diam. Bingung mau ngomong apa ama si yuda. Gara2 kata-kata yuda tadi yuri jadi ngerasa aneh. gak berani liat ke muka yuda, takut pipinya merona.
Sampe juga dirumah yuri. Mama langsung menyambut dengan wajah kawatir dan segera mencarikan baju ganti, buru-buru mama yuri membuatkan susu hangat buat yuri dan yuda. Sopir yuda udah pulang karena yuda gak mau ditunggu. Dia pengen mendampingi yuri disaat kedinginan #eaaa.
Yuri dan yuda memandang hujan yang masih turun deras dari balik jendela ruang tamu. Mereka sama2 meneguk susu hangat bikinan mama yuri yang enak. Yuri dan yuda udah gak kedinginan sekarang. Yuda menoleh ke yuri yang masih diam memandang hujan.
“kata2ku tadi serius yur. Gak Cuma buat menghibur kamu. aku beneran serius suka ama kamu”
“aku gak percaya. Jangan2 ini rencana baru kamu buat mempermalukan aku lagi?” jawab yuri judes.
“aku emang nyebelin. Tapi gak sejahat itu. jangan berpikir negatif donk yur”
“terserah deh”
“yakin terserah? Kalo gitu, pacaran yuk hehe”
“gak gitu juga kali” akhirnya yuri bisa senyum. Yuda ikut seneng. Mereka kembali menikmati hujan sampe reda. Sekitar jam setengah tiga hujan udah reda. Yuda pamit pulang sekitar jam tiga.
“buru2 banget. kirain mau nginep” kata mama yuri. Yuri melihat ke arahnya heran.
“ah tante bisa aja deh. emang beneran boleh nginep tan?”
“boleh donk”
“wah.. tante istimewa banget. ya udah tan. Aku pulang” pandangan yuda beralih ke yuri. “aku pulang dulu ya yur” pamit yuda dengan senyum menawan. Yuri mengangguk.
“trims untuk hari ini”
@@@
Yuri di kamar setelah yuda pergi. Dia sibuk nulis diary sekarang. Curhat kejadian hari ini. apa yuda benar2 serius? Yuri masih ragu. Habis nulis diary, dia nerusin kegiatan sore dengan lanjutin baca novel remaja.
@@@
Yuda tiduran di kasur empuknya. Harus gimana biar yuri percaya kalo dia benar2 suka ama cewek itu? yuda terus berpikir dan mencari cara. Senyumnya kembali terkembang ketika ingat yuri dan dia tadi pas ujan2an. Romantis sekali pikirnya, kayak di film2 korea dan ftv gitu. adegan ditengah hujan antara cowok ama cewek, so sweet. Yuda kegirangan ketika mama yuri udah kasih lampu hijau ama hubungan mereka. Mama yuri emang percaya ama yuda, baginya yuda anak baik.
@@@
Yuri jalan menuju gerbang. Setelah dari halte, dia melangkah dengan riang, hari ini suasana hatinya lebih baik. entah kenapa dia merasa dicintai. Dan diterima apa adanya , itu hal yang membahagiakan. Gak bisa terbayar oleh harga model apa pun. Pagi yang cukup mendung, mungkin bentar lagi mau gerimis, kali ini yuri udah siap dengan payung di ransel kecilnya. Rambutnya yang di ikat tinggi kayak biasa bergerak seirama gerakan badan yang semangat melangkah. Sampe yuri di gerbang, kayak biasa teman2 yuda udah standby di gerbang untuk ganggu mahasiwa yang suka jalan. Mentang-mentang mereka selalu bawa kendaraan pribadi.
“hei miss walkiiiinggg... capekk yaaa,, cinii ciniii kakak pijitiinn” oceh si besar. Yuri gak memperdulikan dan langsung manuju kelas. Tapi langkah nya terhenti ketika ada tangan yang menariknya.
“biarpun miss walking tapi aku tetap cinta. bagiku dia yang paling istimewa” kata yuda sungguh2. Yuri menoleh agak heran. gak menyangka akan mengalami ini.
“aku cinta kamu yur. Sungguh. Liat mata aku yur. Aku bener2 serius kali ini” kata yuda. Dia memang amat serius kali ini. rintik2 hujan mulai jatuh. Yuda gak peduli, dia ingin cintanya tau bahwa dia benar2 serius dengan rasa ini. dari rintik2 udah mulai sedikit deras.
“ayo kita masuk aja yud. Makin deras” seru yuri. Yang lain udah pada masuk. Cuma dia dan yuda yang masih di gerbang, beberapa orang lewat masuk kampus dan pak satpam di posnya.
“aku mau kamu jawab dulu ungkapan hatiku” “aku... aku gak mau masuk kalo belum kamu trima. Aku akan disini terus sampe kamu nrima cintaku” yuda berlutut di tanah. Hujan makin banyak membasahi tubuhnya dan yuri. Yuri bingung, buru2 dia mengeluarkan payung untuk melindungi dirinya dan yuda.
“kita ngomong di dalem aja yud”
“gak mau”
“ya ampuuunn. Nanti kamu bisa sakit kalo lama2 di tengah hujan” seru yuri. Pak satpam di pos memandangi mereka bingung.
“mas.. mbak, jangan hujan2an. Nanti masuk angin” seru pak satpam dari pos. Yuri dan yuda menoleh sejenak dan kembali sibuk dengan urusan masing2.
“aku cinta kamu yur. Kalo kamu gak percaya, biar aku disini bersama hujan, bukti kalo aku sungguh2. Aku rela berbuat aja apa yur” ucap yuda lagi.
(backsound Lee seung gi – please)
Yuri merenung di tempatnya berdiri. Masih memegang payung dia melihat ke langit. Ya Tuhan.. mesti gimana sekarang?
“iya aku trima” jawab yuri akhirnya. Dia gak mau yuda sakit. Mungkin dia harus mencoba membuka hati. yuda mendongak ke muka yuri dengan wajah riang dan segera berdiri menatap yuri lekat lekat.
“aku cinta kamu yur. Miss walking ku”
“aku juga. Mr. Simple ku yang lucu”
Hujan masih mengguyur kota. Yuri dan yuda sekarang jadi bingung mau masuk kekelas ato gak. baju udah basa kuyup gitu.
“gara2 kamu jadi bolos nih” bete yuri ketika dia dan yuda memutuskan pulang.
“yah sekali-kali yank. Eh kita ke teman dulu” mereka menuju teman.
Yuda mengambil sekuntum bunga dan dia sematkan di telinga yuri. “so sweet” komen yuda. “trims” jawab yuri senang. Hujan udah mulai reda, masih gerimis kecil2.
Pasti ada yang nrima kita apa adanya.. percaya aja
SELESAI