Habis luka datang suka 3
By rohmah cipzz
Rumi lagi siap-siap berangkat kuliah. setelah sarapan bareng mama ia pamit dan bergegas keluar rumah. Langkahnya terhenti karena terkejut melihat fandi udah di depan rumah.
“pagi mbak” sapa fandi sambil senyum.
“pagi juga. Kamu tau rumahku dari fani?”
“iya mbak. Aku tanya dia. aku suka kamu mbak”
“bilang itu lagi. udah deh gak usah bahas hati mulu. Aku mau kuliah” rumi melanjutkan langkah yang terhenti menuju halte bus. Fandi mengikuti. Disepanjang jalan fandi terus berusaha meyakinkan rumi kalo dia serius.
“mbak. Aku udah mahasiswa, bukan anak sma lagi. aku serius dengan perasaan ini mbak” kata fandi lagi.
“bus udah datang. Ayo naik” rumi selalu berusaha mengalihkan perhatian.
@@@
Esoknya.. dikampus.
“buat kamu mbak” fandi memberikan setoples kue kering yang dihiasi tulisan i love you dari krim aneka rupa.
“kamu gak harus kayak gini fan. Aku belum siap buka hati buat siapa pun”
“kan belum dicoba mbak”
“aku gak bisa” “nih.. kasih kue ini ke orang yang lebih pantas” rumi berlalu. Fandi masih mengejar.
“mbak. Mbak serius dengan keputusan mbak rumi?”
“aku serius” rumi melanjutkan langkah. Fandi terpaku melihatnya. (backsound Gamaliel ft Audrey – Berserah).
@@@
Rabu pagi dikampus tercinta..
Rumi lagi jalan menuju kelas jam pertama. Tiba2 fani memanggilnya dari belakang.
“rum. Kamu beneran gak mau coba buka hati buat fandi?” tanya fani.
“dia ngadu ke kamu?”
“gak. aku yang tanya. Habis kemarin pas aku kerumahnya dia galau abis. Mengurung diri dikamar”
“oh.. ya aku belum bisa menerima dia”
“dia serius ada rasa ma kamu rum”
“masuk kelas yuk”
Memang.. melupakan seseorang dimasa lalu itu gak gampang. Bayangan sakit hati itu kembali rasanya itu bukan yang diinginkan rumi. Mungkin ia memang butuh waktu untuk memulihkan jiwanya. Ia harus melepaskan segala kecamuk yang memenuhi hatinya.
Selesai kuliah kedua. Rumi keluar kelas. Ia kaget melihat fandi yang menunggunya di depan kelas.
“mbak. Aku tanya sekali lagi. mbak beneran gak mau mencoba ma aku?” tanya fandi.
“kamu masih ngebahas soal itu? ya, aku gak mau”
“aku suka kamu mbak”
“sori aku gak bisa, cari cewek lain yang lebih pantas” rumi pergi.
@@@
Setelah ditolak rumi. Fandi benar2 sakit hati. ia serius mencintai rumi tapi ia gak mau membuka hatinya. Fandi bingung mesti gimana. akhirnya ia memutuskan menerima tawaran pamannya yang mengajaknya tinggal di jogja. Mungkin ia harus dewasa dulu biar rumi percaya. Fandi bertekad akan menunggu waktunya nanti saat ia jadi dewasa.
“besok aku kejogja mbak. Aku tinggal disana, gak tau sampe kapan” kata fandi ama rumi di depan rumah rumi.
“kenapa tiba2?”
“iya. Aku rasa ini jalan terbaik. Mbak jaga diri baik2” fandi berlalu. Hatinya pedih harus pergi meninggalkan rumi. Tapi ia juga sakit ketika menyaksikan rumi gak bisa menerima cintanya.
“selamat jalan” teriak rumi. Fandi menoleh dan mengangguk.
@@@
Empat tahun kemudian..
Rumi sekarang udah kerja di perusahaan surat kabar yang letaknya gak jauh dari rumah rumi. Pagi ini sedikit mendung, sejak tadi malem hujan rintik-rintik selalu mengguyur, hasilnya jalan pagi ini basah oleh air hujan. Rumi masih semangat melangkah menuju halte. Waktu menunggu bus di halte, rintik-rintik air hujan mulai jatuh.
Dikantor..
Waktu rumi jalan mau ke kantor nya. ia terekjut melihat seseorang. Orang yang jalan ke gedung seberang kantornya kan fandi. iya dia fandi. rumi coba mencari tau lebih jelas. Ia jalan lebih mendekat. Memang itu fandi. dia udah terlihat dewasa sekarang.
Saat makan siang.. rumi kali ini lagi pengen cari makan di luar kantor. Biasanya dikantin, tapi karena suasana hari ini enak, gak panas jadi lebih asik jalan keluar. Waktu baru sampe di trotoar yang banyak pohon. Langkahnya terhenti.
“buat kamu mbak” kata fandi yang tiba2 di depannya sambil menyodorkan setoples kue kering dengan tulisan i love you dengan krim cokelat. Rumi tersenyum melihat kue itu dengan fandi yang nyengir.
“ternyata gak berubah ya?” tanya rumi saat menerima kue.
“perasaanku tetap sama kayak dulu mbak” “aku masih suka kamu mbak”
“gak mungkin. Emang disana gak ada cewek yang lebih oke?”
“bagiku gak ada”
“aku mau makan dulu. nanti masuk kantor lagi” rumi melanjutkan jalan menuju warung makan. Fandi mengikuti dengan diam sambil terus memperhatikan rumi. Sekarang fandi lebih tenang.
“mau ikut makan?” tanya rumi akhirnya.
“iya mbak” “aku mau selalu menjaga kamu. termasuk saat makan siang”
Rumi tersenyum. “ada ada aja”. mereka masuk warung makan langganan rumi.
@@@
Rumi jalan pulang dari kantor. Ia melangkah pelan karena udah cukup lelah. ia melewati taman yang banyak terdapat pohon dan bunga-bunga yang indah. Banyak orang lagi lari lari dan jalan-jalan sore disana.
“buatmu mbak” fandi menemui rumi lagi dan memberikan rangkaian bunga dari kertas yang ia buat sendiri.
“karya seni yang bagus” rumi menerimanya.
“aku buat tadi di kantor. Waktu gak ada kerjaan”
“tapi lebih baik karya seni bagus ini untuk gadis yang bener2 bisa membuat kamu bahagia”
“orang itu kamu mbak”
“gak. dia bisa jadi orang lain”
Cukup sudah pikir fandi. kenapa mbak rumi masih gak memercayainya? Ia udah dewasa. Fandi meraih kedua tangan rumi. Langkah mereka terhenti.
“aku suka kamu mbak. Aku Cuma suka kamu mbak rumi. Aku cinta kamu. aku sayang kamu mbak. Hatiku gak mau berubah. Cuma kamu mbak. Aku cinta kamu mbak rumi” kalimat terakhir disampaikan fandi dengan teriak.
“didengar orang” seru rumi.
“biarin mbak. Yang jelas aku cinta kamu” kata fandi lagi. rumi hanya diam bingung. Fandi semakin erat menggenggam tangannya.
“kasih aku kesempatan buat bahagiain kamu mbak”
Rumi masih diam.
“mbak?”
“iya. Aku coba. tapi berhenti panggil aku mbak” jawab rumi.
“yess.. yihaaaa! Makasih mbak. Yeaahhh aku cinta kamu mbak rumiii” teriak fandi lagi. dengan cepat rumi menyeretnya menuju halte bus. Fandi mengikuti dengan riang sampe melupakan kendaraannya yang masih terparkir di kantornya.
Di bus..
“mbak. Kamu tau gak?” tanya fandi pas rumi sibuk melihat ke luar jendela.
“gak tau”
“aku kangen kamu mbak. Setelah empat tahun kita berpisah”
“ J, oya fan, bukannya tadi kamu kekantor pake mobil?” tanya rumi baru inget kalo fandi bawa kendaraan.
“iya. Aku lupa tadi. saking hepinya”
Mereka meneruskan jalan menuju rumah masing2 dengan senyum di bus yang lumayan banyak penumpang. rintik rintik hujan mulai turun membasahi jalan dan kaca jendela bus. Hari yang indah.
SELESAI