Saranghaeyo.. 1
By rohmah cipzz
“aw,, kebiasaan deh suka ngacak2 rambut orang. Gak pernah pegang rambut bagus ya?” tanya Hani pede ama Zaki tema dekatnya disekolah menengah atas.
“wow bagus banget kayak rambutnya mak lampir malah” jawab Zaki yang kini jalan sejajar ama Hani.
“kapan keusilan mu akan berakhir hah? Dasar usil”
“biarin yang penting aku suka ganggu kamu. oke?”
“ya udah ayo ke kelas. Lima menit lagi masuk” Hani dan Zaki menuju kelas. Mereka sekelas dan udah berteman sejak SD. Gak jarang mereka sering hang out bareng. Cari novel bareng2 dan dvd film oke. Nonton bareng dan makan diluar. Yang gak tau mungkin bakal ngira mereka sepasang kekasih. Padahal hal itu gak pernah terpikirkan oleh Hani.
“eh cewek tomboy udah masuk kelas? Eh kamu cewek apa cowok sih?” sindir temen sekelas Hani yang rese namanya Lina. Zaki yang tau ini situasi yang gak bagus langsung menatap Hani. Moga ia gak terpancing emosi. Tapi dugaannya salah. Hani bukan tipe orang yang hanya diam meladeni orang rese kayak Lina.
“ngomong apa kamu? gak bisa ya sehari aja ngomong yang berisi? Bisanya ngeledek orang mulu emang situ yang paling sempurna apa?”
“emang selama ini kamu gak nyadar apa kalo aku emang sempurna hahahaha.. liat donk ke aku, foto model, feminin, cantik, dan pastinya banyak yang naksir. Gak kayak kamu dekil, tomboy. Gak jelas cewek apa cowok” kali ini Lina emang berlebihan. Dengan cepat Hani melayangkan tangannya ke pipi Lina. Biar tau rasa dia. “plaakk” Lina langsung syok dan menatap Hani dengan tatapan maut, bersiap siap membalas. Akhirnya mereka tampar2an, jambak2an, dorong2an sampe sekelas rusuh. Zaki kebingunan menengahi karena keduanya sama2 ambisius untuk menang dalam perkelahian. Sampe akhirnya guru mata pelajaran pertama datang dan melerai mereka berdua.
Hani dan Lina lagi dengerin ceramah kepala sekolah dan guru bp tentang pentingnya tatakrama di sekolah, bahaya berkelahi dan betapa memalukan jadi anak perempuan pagi2 udah berantem di kelas, jadi tontonan teman2, mempermalukan diri sendiri dan bla bla bla.. Hani memutar kedua bola matanya. Udah sering dia dapat ceramah yang sama dan karena kasus yang sama juga. Sedangkan Lina malah sibuk pegang2 bibirnya apakah lipglos luntur setelah berkelahi tadi. emang benar2 ya susah diatur. Tapi herannya mereka termasuk siswa pintar di kelas. Meskipun wataknya yang pada tempramen. Selain bersaing otot mereka juga bersaing mengenai pelajaran loh. Wah wah anak pintar yang jago berantem rupanya.
“kalian berdua harus dihukum hari ini” kata pak kepala sekolah.
“bersihin toilet? Hah membosankan” seru Hani cuek.
“euh” keluh Lina.
“gak, saya amat mengerti kalian. Anak2 tempramental tapi cerdas kayak kalian pasti gak masalah dapat hukuman yang banyak gerak. Jadi hukuman kalian hari ini berdiri di depan tiang bendera di lapangan. Ayo kita keluar” Hani dan Lina mengikuti. Tapi tiba2 Lina akting pingsan biar gak kena hukuman. Aktingnya alami banget secara Lina adalah anak drama. Tanpa merasa di bohongi pak kepala sekolah menyuruh guru bp mengangkut Lina ke ruang uks.
“gak adil donk pak. Kalo gitu saya juga mau pura2 pingsan deh. Lina pasti pura2 pak. Dia kan anak drama”
“sudah kamu jalani saja hukumannya. Toh itu juga demi kebaikan kamu. nanti Lina dapat hukuman kalo sudah sadar. Ayo sekarang kamu berdiri dengan sikap hormat di depan tiang bendera” perintah kepala sekolah.
“gak mau” jawab Hani pede. Ia melihat sekilas ke arah tiang bendera dan menemukan cowok yang menurutnya keren abiiisss.. apa dia anak baru? Kok aku baru liat? Batin Lina. Tapi dia juga berdiri di depan tiang bendera. Apa dihukum juga?
“serius kamu gak mau?” tanya kepala sekolah lagi.
“e iya saya mau” jawab Hani spontan. Waw.. efek cowok keren emang amazing.. cihuy!
“baiklah. Kamu mulai sekarang” dengan langkah semangat Hani menuju lapangan bendera.
“dihukum ya?” tanya Hani ama cowok keren itu.
“ya nih. Cuma telat setengah jam”
“ya ampun setengah jam? Itu sih lama banget” cowok itu memutar bola matanya. Cuek amat nih orang.
“oh ya aku Hani” Hani menjulurkan tangan kanannya.
“Rio” cowok kerena itu menerima uluran tangan Hani.
“salam kenal Rio” “kamu anak baru ya?” tanya Hani. Rio mengangguk.
“ini hari kedua aku masuk sekolah dan udah kena hukuman”
“hahaha”
Istirahat kedua, Hani dan Rio janjian ketemu di taman sekolah. Zaki yang mengajaknya pinjem buku dicuekin gara2 Hani mau pedekate ama gebetan barunya. Selama ini Hani selalu cari gebetan yang keren haha.. dan selalu gagal juga. Entah karena si doi ternyata udah ada cowok, ato gak betah ama tingkahnya yang amat konyol, jauh dari kesan feminin. Tapi Hani bertekad bahwa mulai sekarang ia harus berubah agar gebetan barunya yang sekarang yaitu Rio bisa jatuh cinta beneran ama dia.
“Rio kamu tinggalnya dimana?”
“di daerah adipura. Jalan melati. Kamu sendiri?”
“aku daerah beringin jalan anggrek. Hehe. oh ya kamu udah punya cewek belum?” tanya Hani pede.
“haha belum. Emang napa?”
“boleh daftar? Hehe.. kamu gak tanya aku jomblo apa gak?”
“boleh lah. Tapi gak janji ya. oya kamu jomblo ato gak?”
“hehe aku jomblo kog..”
“haannn” Zaki memanggil Hani dari belakang waktu baru keluar dari perpus. Hani menoleh.
“eh kekantin yuk?” ajak Zaki.
“aduh aku gak laper zak. Kamu sendirian aja ya? ohya kenalin ini murid baru namanya Rio” Zaki dan Rio saling berjabat tangan.
“oh ya mending ke kantin aja yuk. Aku laper nih” ajak Rio. Dan Hani langsung mau. Zaki geleng2 kepala liat tingkahnya kalo ada cowok keren.
Dikantin.. Zaki sukses jadi obat nyamuk. Rio dan Hani sibuk ngobrolin kehidupan mereka masing2. Karena muak juga dicuekin akhirnya Zaki menyingkir setelah menghabiskan makan siangnya. “duluan ya? aku mau nyicil kerjain tugas”
@@@
“Haniii” panggil Zaki waktu mau berangkat sekolah keesokan harinya. Zaki menunggu diteras rumah Hani. Gak lama kemudian Hani keluar. Zaki terbengong memandangnya. Ada yang beda dengan Hani hari ini.
“gimana menurut kamu zak?”
“yaaa feminin banget” jawab zaki cuek
“yeaaayyy. Rio bakal tertarik gak ya?”
“kamu berubah drastis karena Rio? Secepat itu?”
“emang napa? Aku udah muak gagal cari pacar terus tau” kilah Hani. Mereka menuju halte bis sama2. Zaki masih gak habis pikir ama sikap Hani yang kayak gini. dia udah bukan didrinya lagi dan itu demi Rio? Hati Zaki berubah gak mud pagi ini. kenapa selama ini Hani gak pernah melihat dia? gak pernah membuka hati untuk dia? apa Hani gak kepikiran bahwa Zaki punya rasa ama dia? entahlah.. Zaki sakit hati lagi. tiap Hani punya gebetan baru Zaki harus menahan rasa sedihnya sedangkan ia gak mampu untuk mengungkapkan perasaannya.
“kenapa harus berubah sih han?” tanya Zaki.
“ya biar Rio suka donk”
“fisik banget donk”
“biarin deh. daripada jomblo terus” jawaban Hani bikin Zaki makin bete. Hah.. cewek yang dia suka udah suka lagi ama cowok lain. lagi2 cinta bertepuk sebelah tangan. Makin tipis peluang untuk mengutarakan cinta nih pikir Zaki.
@@@
“zak. Kamu pulang sendiri ya? aku ama Rio” kata Hani.
“iya deh. kamu hati2 aja” jawab Zaki lesu. Ia melangkah gontai ke arah halte bis. Menyaksikan Hani di bonceng Rio dengan motornya. Pemandangan yang mengiris hati. kamu gak harus jadi orang lain han. Hah gimana cara mengatakannya? ... aku emang pengecut pikir Zaki. Lagu Lee Seung Gi – Now I Love You terdenger mengiringi langkah zaki menuju halte.
@@@
“em han. Tujuan ku ngajak kamu jalan2 karena ada yang mau aku tanyain ke kamu nih. Penting banget” kata Rio. Hani langsung menerka nerka apa yang bakal di katakan Rio. Apa dia mau tanya tentang kesiapannya buat jadi pacar Rio? Ow its amazing pikir Hani dengan pedenya.
“apa tuh? Dan penting banget? ,, menyangkut perasaan bukan?”
“ah iya tentang hati juga nih. Oh ya kamu dekat ama Lina gak? dia kan sekelas kamu” Hani langsung menegang. Kenapa bahas Lina musuh dalam kelasnya itu? Hani mulai merasa ada yang salah.
“emang ada apa dengan Lina?” tanya Hani dengan penasaran.
“em jangan diketawain ya? aku naksir ama Lina. Kamu mau kan bantu aku pedekate ama dia?”
Kayak di kagetin Zaki, Hani syok. Gak nyangka bakal kecewa lagi karena gebetan baru. Padahal ia udah berusaha berubah feminin karena biasanya cowok keren suka cewek feminin dan modis. Langkah Hani sia2 belaka rupanya. Ia kecewa malam ini. tanpa jawab permintaan Rio untuk menjadikannya makcomblang, Hani udah berlari meninggalkan Rio yang kebingungan. Malam ini ia berharap hujan turun jadi ia gak merasa menangis sendirian.
Terdengar lagunya Tangga – Cinta tak mungkin berhenti. Bikin tambah melo suasana malam itu.
Bersambung..