cerpen lebih indah part 1

Lebih indah 1
by rohmah cipzz

        Andin masih betah memandang kosong pemandangan diluar kaca kfc lantai dua. Diseberang tampak kampus nya yang rame oleh lalu Lalang mahasiswa maupun dosen dengan segala kesibukan masing-masing. Andin sama sekali gak antusias memandang itu semua. Hatinya masih pilu atas kegagalan cinta yang ia alami. Hatinya geram.. sedih dan merasa semua ini gak adil baginya. Merasa semua nya jahat padanya.

        Gak henti ia bertanya sendiri, napa ketika ia menemukan seseorang yang nyaman dihatinya, orang itu harus pergi secepat yang gak dia kira. Napa dia harus pergi sebelum Andin mengutarakan perasaannya? Bisa jadi dengan begitu, orang yang di cintai Andin bisa bertahan hidup lebih lama lagi. tapi .. semua udah terlambat. Kita gak tau kapan akan pergi, kita gak pernah tau tepatnya tanggal berapa waktu kita akan habis. Udah setahun ini Andin belum bisa move on setelah meninggalnya Dimas karena sakit yang telah lama dia derita. Dimas gak pernah cerita dengan adanya penyakit itu. setahun ini.. Andin gak pernah mencoba membuka hati untuk orang lain. hatinya masih terpaku pada Dimas..
        Cowok yang dengan cepat mengisi hatinya. Dan dengan cepat pula meninggalkan dunia ini.
        “ayolah din. Kamu gak bisa terus kayak gini” seru Lala. Sahabatnya yang duduk gelisah di depan Andin. Andin menoleh dan menyadari kalo dia gak sendirian disini.
        “entahlah la..”
        “menangislah jika kamu ingin menangis”
        “aku gak pengen ada air mata lagi” jawab Andin cepat. Ia udah bertekad gak akan ada lagi air mata. Tapi, nyata yang ia rasakan makin pilu dan sesak. Duka yang menumpuk di hati yang udah retak disana sini.
        “bukan kah lebih baik bendungan yang telah penuh, di kurangi isi nya? agar tidak sesak di sana sini”
        “biarin aja kayak gini.. aku gak peduli lagi. hidup hanya sementara kan? Apa aku harus berambisi untuk move on? sedangkan bisa jadi satu menit lagi waktu ku habis” kata Andin begitu dalam.
        Lala hanya mampu menghela napas pasrah. Kehabisan kata2 untuk bisa membebaskan Andin dari lingkaran deritanya. Keluar dan menemukan dunia baru yang lebih indah..dari hanya sekadar mengingat kelamnya masa lalu.
        Pas waktu udah menunjukkan pukul empat sore, akhirnya Andin dan Lala pulang ke kos mereka yang ada di sebuah gang belakang kampus. kayak biasanya Andin hanya berjalan dengan diam. Lala yang tau Andin lagi mengenang masa lalu diam aja. Membiarkan sahabat nya puas mengenang Dimas. Mungkin dengan menunggu, suatu saat Andin akan sadar bahwa ia harus move on. mungkin dengan menunggu Andin akan bosan terus berkubang pada masa lalu. Karena kadang, menunggu adalah jalan terbaik, jauh dari ambisi untuk tergesa-gesa. Perasaan mana bisa di buru-buru..
        “aku masuk kamar dulu ya la” pamit Andin pas mo masuk kamarnya. Lala mengangguk dan juga segera memasuki kamar nya yang jeda satu kamar dari kamar Andin. Andin segera mengganti baju dengan setelah santai dan duduk diam di tempat tidurnya. Mengambil foto Dimas yang selalu ia simpan di bawa bantal. Hatinya begumam apakah emang sebaiknya ia membuka hati wat orang lain? melupakan Dimas? Gak,, gak harus melupakan. Hanya.. merubah keadaan bahwa seharusnya ia gak terpaku pada satu orang. Hanya.. menyadari kalo Dimas gak mungkin akan hidup kembali dan Andin butuh seseorang untuk mendampingi hidupnya. Ternyata kata hanya itu gak semudah apa yang akan di lakukan.
        Malam ini sunyi habis hujan lumayan deras yang mengguyur kota selama satu jam. Malam yang dingin tanpa adanya suara jangkrik atau hewan-hewan sawah. Jelaslah ini ditengah kota. Tiba2 Andin jadi kangen neneknya yang tinggal di desa. Btw, napa pikirannya ngelantur kemana-mana ya? galau emang punya pengaruh yang dahsyat! Ah sudahlah.. kayaknya sebaiknya Andin segera tidur untuk mengistirahatkan badan dan pikirannya yang lelah karena terlalu antusias mengenang masa lalu kelam.

Cerpen warna

        “ini dia” seru Andin pas udah menemukan novel teenlit yang ia cari. Tadi malem ia searching di situs nya gramedia. Ada novel teenlit baru segera Andin mencarinya di toko buku gramedia. Ketika berbalik untuk menuju rak novel lain..
        “buk” novel yang Andin pegang tadi jatuh dengan indah di lantai toko. Orang itu dengan sigap mengambil novel Andin dan memberikan nya dengan ucapan maaf tak terkira sungguh2nya. ???.
        “maaf maaf. Aku gak tau ada orang di belakang ku tadi” kata cowok itu dengan mimik muka serius.
        “hahaha” ada yang aneh. Andin malah ketawa. Ia ketawa karena melihat ekspresi cowok itu yang amat bersungguh-sungguh minta maaf padahal menurut Andin kesalahannya itu ringan banget. Cowok itu bingung namun lega juga karena di kiranya cewek yang ia tabrak akan marah-marah dan menyalahkannya.
        “udah santai aja. Kan novel nya gak rusak. Masih utuh dan bagus kog” kata Andin kemudian.
        “hehe.. iya, sori, aku takut kalo kenyamanan kamu terusik tadi. oya. kenalin aku Dion”
        Andin heran dengan uluran tangan itu. ia jadi inget renungannya tadi malam. Apakah ini saatnya?
        “Andin” cewek itu menjawab uluran tangan Dion.
        “masih mo cari novel?” tanya Dion.
        “iya nih..”
        Kalo boleh jujur, Andin seneng juga dapet kenalan baru. Si Dion, meskipun gak semanis Dimas dulu *sudahlah*. tapi Andin  menganggap semua ini gak begitu penting. Ia jalani apa adanya. gak ada ambisi. Gak akan kecewa lagi.

Cerpen warna

        Malem nya ketika Andin membuka fb nya. ada satu permintanan pertemanan, dan orang itu adalah Dion yang tadi kenalan ma Andin. Tanpa berpikir dua kali Andin mengonfirm fb Dion dan tersenyum. Dion adalah cowok baik yang baru dikenalnya tadi sore. Meskipun baru kenal, entah napa aura cowok itu tampak menyenangkan. Dari pancaran mata teduh, terlihat bahwa dia adalah orang yang tulus.
        Tapi Andin udah buat keputusan sejak awal.. bahwa mereka hanya akan berteman. Gak lebih. Setidaknya untuk saat ini dimana Andin masih belum lepas dari kubangan rasa sedih akan kenangan masa lalu. Sedangkan dari Dion, entahlah.. cowok itu juga gak jauh beda dengan Andin. Cewek yang dulu amat ia cintai tega berselingkuh dan Dion pun juga susah membuka hati untuk wanita lain. tapi.. kemarin sore, ketika tabrakan itu terjadi, tanpa berpikir dua kali ia ngajak kenalan Andin. Tanpa ragu sedikit pun di hatinya. Benaknya terus mengumandangkan bahwa gak ada salahnya kita mencoba membuka hati untuk orang lain. karena orang lain belum tentu sama dengan orang di masa lalu yang menyakiti kita.
        Dion mencoba belajar bahwa segala sesuatu itu belum tentu.. ia melihat pancaran mata yang tulus dari Andin. Ia yakin, Andin cewek baik2. Dion pun senang dapat teman baru. Siapa tau, hidup nya akan berubah.
        Banyak di dunia ini anak muda yang selalu susah melupakan masa lalu kelam. Sedetik dua detik mungkin bisa melupakan sejenak. Tapi gak berarti bisa untuk selamanya. Karena sejatinya kenangan itu gak untuk di lupakan tapi untuk di lepas dan ikhlaskan keberlaluannya atas waktu yang terus berputar. Mengenang masa lalu gak harus melulu susah membuka hati untuk orang lain. setiap orang berhak atas satu kesempatan. Dion menyadari hal itu dan ia berusaha ingin move on. meskipun gak mudah. Tapi,, gak ada yang mustahil jika ia punya tekad yang kuat.
        Sedangkan Andin. Entahlah.. mungkin karena perasaannya udah terlalu dalam ama Dimas. Hatinya masih sulit bergerak, hati nya selalu butuh waktu untuk memutuskan. Ia juga berharap moga dengan ketemu cowok baik kayak Dion, hidupnya bisa berubah menjadi lebih baik. itu harapannya. Ia meyakini bahwa setiap orang berhak untuk berharap. Tanpa harapan hidupnya akan kosong.
        Pas asik merenungkan semuanya. tiba2 ada bunyi blib tanda ada chat. Waw! Ternyata dari Dion. Cowok itu juga lagi ol rupanya. Andin tersenyum membalas chat itu. yang isinya sapaan formalitas mengucapkan terima kasih karena Andin udah mau konfirm. Tentu saja, itu bukan hal yang sulit dilakukan oleh Andin.
        Andin: sama2. ,, thanks juga udah mau add .. , salam kenal di dunia maya ya ^^
        Dion: yoi ,,kapan2 jalan2 yuk. ,, suka berpetualang keliling kota gak?
        Andin: suka banget. Okey kalo aku ada waktu ea. ,,
        Obrolan terus berlanjut hingga jam menunjukkan pukul setengah sembilan. Andin udah mulai menguap. Emh ternyata udah jam segitu. Segera ia off dari aktifitas dari dunia maya dan beranjak menuju pulau kapuk ternyaman nya. segera merajut mimpi indah di malam yang cukup dingin karena habis gerimis yang cukup lama mengguyur kota.
        “selamat malam dunia” gumam Andin sebelum memejamkan mata tak lupa juga ia mengucapkan doa sebelum tidur.

Bersambung... ^^v
Name

cerpen :: say love with flower cerpen DIA LAGI DIA LAGI CerPeN kiTa-kItA ^_^v cerpen LEBIH INDAH cerpen LONELY cerpen LOVE IS YOU cerpen MENUNGGU DI DANAU ANGSA cerpen PELANGI SEHABIS HUJAN cerpen picture of you cerpen ramadhan cerpen remaja Cerpen SAHABAT cinta hampir bertepuk sebelah tangan CINTA PENJUAL IKAN ASIN CERPEN isi hati kisah kasih masa remaja LOLIPOP LOVE CERPEN puisi selingan
false
ltr
item
cerpen1: cerpen lebih indah part 1
cerpen lebih indah part 1
cerpen1
https://cerpen1-------------------------1.blogspot.com/2013/07/cerpen-lebih-indah-part-1.html
https://cerpen1-------------------------1.blogspot.com/
http://cerpen1-------------------------1.blogspot.com/
http://cerpen1-------------------------1.blogspot.com/2013/07/cerpen-lebih-indah-part-1.html
true
5874332235829861231
UTF-8
Not found any posts Not found any related posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU Tag ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Contents See also related Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy