Menunggu di danau angsa 3
By rohmah cipzz
Ketika jam udah sampe pukul sembilan malam. Rosa akhirnya memejamkan matanya. Waktunya tidur. Ia lelah setelah menangis sepuas hatinya dan berharap esok hatinya akan kembali utuh, meskipun ia gak yakin ama hal itu. yach gak ada salahnya berharap.
@@@
Paginya..
Rosa bangun dengan ogah2an. Jam lima pagi tepat, alarm hapenya berbunyi nyaring dan sukses membangunkan rosa. Ia menyibakkan selimutnya dan bergegas mengambil air wudhu. Habis sholat,hatinya lebih tenang dan lebih segar. Ia menyiapkan apa aja yang akan dibawa kekampus. Baiklah.. pagi ini harus menjadi awal hari move on yang indah pikir rosa sedikit riang.
“hai ros” sapa ade ketika rosa udah nyampe dikampus.
“hai juga de, yuk ke kelas” jawab rosa yang terlihat lebih riang.
Hari ini rosa berhasil melewati aktifitas perkuliahan dengan sabar. Emang itu yang tiap hari ia lakukan. Berusaha sabar dengan tingkat kebosanan yang makin tinggi. Huh.. kalo udah bosan tu emang gak banget. Apa2 jadi males kan. Dan seakan gak punya gairah untuk hidup. Padahal bisa jadi masa depan masih panjang dan masih banyak yang bisa kita raih. Kalo bosan ditengah jalan, aduh jangan sampe deh bosannya akut. Dan sampe menjadikan waktu kita gak berguna *halah. Kayak yg nulis ngerti aja*.
“eh sa. Jangan langsung pulang. kita jalan2 yuk ke mall. Aku lagi pengen jalan2 nih” ajak ade ama rosa ketika mereka tengah berjalan menuju halte bis.
“yeah. Ide yang bagus. Lagian aku juga butuh jalan2 kog” rosa lansung menyetujui tanpa pikir dua kali. Mereka dengan langkah semangat langsung menuju halte untuk ke mall yang akan mereka tuju. Arah ke mall memang searah dengan rumah mereka kalo dari sekolah. Tapi lebih dekat mall nya.
@mall
Rosa dan ade jalan dari satu toko ke toko lain. tapi yang paling bikin lama keduanya adalah ketika udah memasuki toko buku. yah, mereka emang punya hobi sama yaitu suka baca novel. Apalagi novel cinta, novel teenlit, novel ala korea yang menyangkut soal cinta. mereka berdua emang amat mendambakan novel2 yang bertajuk cinta, bisa jadi mereka gampang banget kalo disuruh ngarang soal crita cinta yang amat romantis dan mengharukan. Tapi faktanya, mereka masih jomblo ampe sekarang.
“de, ada novel teenlit baru nih. Enaknya novel korea remaja ato novel teenlit ya? ato novelnya tere liye juga?”
“gimana kalo tiga2nya sa?”
“yach.. langsung bokek donk” keluh rosa mengingat dompetnya gak begitu tebal.
“ea udah pilih yang saat ini bisa menghibur kamu aja. Yang santai.”
Akhirnya rosa memilih novel indonesia tapi bernuansa ala korea. Penulisnya pun asli indonesia yang memang penggemar drama korea sehingga bisa jadi ia menulis novel2 yang bertema korea. Ea mungkin begitu sih ya.
Pas udah puas berpetualang di toko buku langganan. Mereka memutuskan untuk cari makan ringan untuk cemilan dan juga jus. Akhirnya mereka menemukan stand takoyaki. Hem.. kayaknya ini emang hari yang menyenangkan. Rosa bisa lebih terhibur, inilah gunanya sahabat. ketika dengannya kita jadi lebih terhibur. Dan gak harus sendirian ketika hati lagi sedih.
Ketika menunggu pesanan mereka selesai dibuat. Rosa melihat ke sekeliling dengan santai, matanya lalu mentok ke seseorang yang mau menuju stand takoyaki juga. Rasa2nya kog rosa gak asing sih ma itu orang? Batinnya. Ia mengingat2 dalam, termenung sebentar dan menyadari kalo orang itu benar2 ada di sampingnya sekarang yang juga mau beli takoyaki.
“om bayu ya?” tanya rosa berharap moga gak salah orang biar gak malu.
“iya. Kog kamu... ,, oh bentar2,, kamu temen smp nya dimas dulu kan ya?” tanya balik om bayu.
“iya om. Ini rosa, temannya dimas dulu. om kesini nyusul dimas ya?”
“iya. Kemarin gak bisa bareng karena om masih ada urusan. Sekarang karena udah free jadi om nyusul”
“oya om. Aku heran. Om masih kenal aku. tapi dimas kog gak inget aku lagi sih om? Kemarin2 aku ketemu dimas di danau. tapi dia gak ngenalin aku malah ngajak kenalan duluan kayak belum pernah kenal sebelumnya.” Jelas rosa.
Om bayu tampak menghela napas. Ia sangat tau kenapa semua itu bisa terjadi pada nya.
@diluar mall.
Om bayu, rosa dan ade duduk disebuah tempat buat tanaman di pinggir jalan yang terbuat dari bata. Disitu memang khusus untuk tanaman pinggir jalan untuk hiasan. Tapi bisa juga pinggirnya di manfaatkan untuk duduk dengan berharap gak ada semut ato serangga lainnya yang mau nempel di tubuh.
Mereka bertiga memasang mimik serius. Om bayu konsentrasi menceritakan. Rosa dan ade konsentrasi mendengarkan. Cerita itu lah yang membuat hati rosa mencelos. Kini ia tau napa kog dimas bisa lupa padanya. Ia hendak menangis saat itu tapi ia bertekad gak akan menunjukkan kesedihannya di depan umum apalagi om bayu. Ia gak mau terlihat begitu sedih. Karena dari mata nya udah tampak kecewa yang amat jelas.
“yah jadi begitulah sa kenyataannya. Om dan tante sedih dengan peristiwa kecelakaan itu. awalnya dimas lupa pada kami. Tapi setelah memperlihatkan foto keluarga, dimas udah bisa yakin bahwa kami memang keluarganya. Mungkin kamu harus menunjukkan foto kenangan kalian dulu biar dimas ingat kembali”
“tapi, itu udah lama banget om. Mungkinkah dimas akan ingat dengan melihat foto jaman smp?”
“pasti bisa. Kamu coba saja. Baiklah.. sudah hampir gelap. kita pulang saja. Om antar kalian pulang gimana?”
“wah nanti merepotkan om bayu. Kami pulang sendiri aja om. Gak pa pa kog udah biasa soalnya”
“yakin?” om bayu masih berusaha membujuk.
“banget om”
“oke, om duluan ya. kalian hati2. Dan.. nanti om juga akan coba bicara ama dimas tentang kamu sa.” Pamit om bayu sambil melambaikan tangan.
“trims om”
@@@
Rosa mencari foto2 masa lalunya dengan dimas. Ya, ketemu satu di buku diary nya dulu yang ia jadikan pembatas. Saat itu rosa lagi duduk di batu tepi danau. ia dengan senyum lebar berfoto dengan dimas yang ada disampingnya. Mereka saat itu berdandan kocak. Konyol. Rosa memakai topi warna warni kayak pelangi, syal warna oren dan gelang2 yang warna2nya mencolok dan cerah. sedangkan dimas pakai topi gambar naruto. Syal warna biru dan sepatu warna hijau. Hari itu adalah hari warna warni bagi mereka karena itu hari terakhir mereka ketemu sebelum dimas berangkat ke bogor.
Rosa tersenyum melihat foto itu. mereka terlihat lebih imut dan kecil. Wajah yang polos. Ia memasukkan foto itu kembali ke laci semula. Ia masih ragu kapan akan memperlihatkan foto itu ke dimas. Dilema banget. Antara pengen dimas tau sebenarnya atau takut kecewa kalo dimas ternyata gak inget. Tapi ... satu harapan yang mungkin kecil muncul dari celah mata rosa yang bening. Dimas harus inget!
@@@
Sore ini rosa mengajak dimas ketemu di danau. tadi malem rosa meng-sms dimas. Tepat jam empat sore rosa nyampe di danau.
“hai..” sapa dimas.
“hai juga. Sini duduk” jawab rosa ramah.
“sore ini cerah ya” basa basi dimas.
“yapz. , oya aku mau nunjukin sesuatu wat kamu dim. Moga kamu bisa inget” rosa mengeluarkan foto dari ranselnya dan menyerahkan pada dimas. Dimas melihat seksama dan sedikit mengernyit. Mungkin ia gak asing dengan foto itu. ya iyalah,, itu kan fotonya sendiri waktu masih imut.
“ii..iini siapa sa?” tanya dimas terbata. Ia heran. Setau nya, ia baru kenal dengan rosa tapi kog udah berfoto berdua?
“itu kamu.. dan yang di kiri itu aku, itu foto waktu jaman smp. Kamu dulu sebenarnya pernah sekolah disini. Tapi kamu pamit pindah ke bogor waktu udah lulus smp dan kemudian kamu hilang kontak. Ternyata kamu kenyataan dan hilang ingatan. Maaf kalo selama ini aku sering mengira kalo kamu sengaja ngelupain kamu”
“aku juga bawa ini” sambung rosa sambil menunjukkan kalung angsa pemberian dimas waktu perpisahan lalu.
Dimas tercengang. Ia coba mengingat. Satu detik, dua detik, tiga, empat, lima, enam, tujuh detik. Mata dimas melebar. Secepat kilat ia menatap rosa. Rosa hanya bisa menahan napas semampunya. Deg2an dengan apa yang akan dihadapinya.
“jadi kamu... sahabat kecilku dulu? rosa kristalia?”
“iya benar..” rosa menjawab antusias.
“rosa” dimas memekik. Seakan baru menemukan seseorang yang telah lama hilang. Refleks dimas hendak memeluk rosa tapi segera rosa tepis. Itu gak baik juga sih. kalo terlalu dekat.
“sori sori. Aku terlalu senang. Em.. aku minta maaf karena lama gak ngabarin kamu. seingat ku setelah kecelakaan itu semua baru. Hape ku pun kayaknya baru. Daftar kontak di dalamnya kosong. Hanya nomor hape keluarga aja yang ada. Sekali lagi sori karena aku sempet lupa ma kamu sa. Em, aku janji gak akan kayak gitu lagi. dulu sih belum ada facebook. Sekarang kan ada jadi komunikasi pasti lebih lancar”
“tapi meskipun ada facebook ato twitter pun kalo kamu lupa ingatan lagi ya tetap aja gak berguna. Kan pasti kamu juga lupa email mu apa, kata sandi nya apa. Iyakan?”
“hehe. Iya juga sih. trus kalo aku hilang ingatan lagi gimana donk?” tanya dimas dengan muka memelas bercanda.
“yah itu sih idl.. itu derita loe. Hahaha”
“dasar anak nakal.. ><”
“hahaha”
SELESAI