Kangen tompel mu... >,<
By: Rohmah Cipzz
Tepat pukul lima pagi. hape Angel melantunkan lagu nya ada band – masih. Angel memasang lagu itu sebagai nada alarm hape nya. Seketika Angel terbangun sebelum lagu mencapai ref^f nya. Ia membuka mata perlahan dan mengulet. Segera ia bangun.
Selesai sarapan Angel segera siap2 berangkat kuliah. “maa... paa,, aku berangkat dulu ya.. , daaa” setelah pamit ia melangkah dengan semangat menuju halte.
Sewaktu bis yang ditunggu udah standby di depan halte, Angel segera melangkah masuk ke bis, tapi rupanya langkahnya ada yang menyamai. Seorang cowok berkacamata, kulit putih, dan apa itu? wow, ada tompel di pipi kiri bawah. Angel kira cowok kayak gitu Cuma ada di FTV ato cookies. Cowok itu sadar langkahnya sama dengan Angel lalu ia mempersilahkan Angel melangkah duluan. Cukup sopan!
“tuh cowok kul dimana ya? Eh, tapi napa aku jadi penasaran???” batin Angel ketika udah memasuki gerbang kampus. langkahnya terhenti ketika.
“angeeellll” Stefi memanggilnya dari arah belakang.
“hei...” mereka memasuki kampus bersama.
Pagi ini cerah, jadi banyak juga mahasiswa yang berangkat lebih pagi. perkuliahan masuk paling pagi tuh jam 8. Ini jam 7-an udah banyak yang berangkat. Angel menyukai saat2 kayak gini. walopun kampus masih pagi tapi udah rame. Angel paling gak suka suatu tempat yang sepi.
“dalam bisnis tentu perlu adanya etika. Jika bisnis tidak ada etika yang di berlakukan, bisnis tidak akan berjalan baik. namun juga ada ahli yang berpendapat bahwa bisnis adalah bisnis .tidak bisa di campur adukkan dengan etika. Nah bapak ingin tau pendapat kalian mengenai hal ini. di mulai dari kamu mas yang duduk paling belakang. Coba kasih pendapatmu. Salah tidak apa-apa. Yang penting berani berbicara dulu..” kata dosen panjang lebar kepada para mahasiswa nya. Tapi Angel enjoy2 aja. Karena makul etika bisnis ini gak begitu sulit untuk dicerna.
Kuliah hari ini berakhir dengan menyenangkan. Karena hari ini memang makul nya enak2 dan dosennya juga orang2 yang menyenangkan. Angel gak langsung pulang. ia mau jalan2 dulu ke suatu tempat. Karena Stefi udah dijemput ayahnya. Jadi Angel jalan2 sendirian. Si Stefi emang anak kesayangan. Jelas , ia anak semata wayang. Jadi selalu di antar jemput sang ayah dan gak boleh main2 sembarangan. Sebenernya Angel juga anak semata wayang. Tapi ortu nya gak telalu mengekangnya.
Dengan pelan Angel berjalan-jalan di suatu taman. Entah napa hari ini ia ingin berada di tempat yang banyak hijau2 nya. Taman ini banyak ditumbuhi pohon cemara. Banyak terdapat kursi2 dari kayu. Yang diteduhi dengan pohon2. Ditengah taman ada air mancur yang air nya selalu bening. Batu2 di taman ini halus2 permukaannya. Jadi Angel menyimpulkan bahwa taman ini memang indah dan enak wat nongkrong apalagi untuk merenung.hehe!
“cari tempat duduk ah.. ngemil sambil ngeliatin orang2 lewat” kata Angel pada dirinya sendiri. ia memilih kursi yang bisa melihat air mancur dengan jelas. Disamping kirinya ada pohon cemara yang rindang. Ia kemudian mengeluarkan cemilannya. Dan melihat-lihat orang2 sekitar. Waktu celingak celinguk itu ia melihat sosok yang gak asing baginya.
“bukannya cowok itu yang tadi pagi ea? Iya deh, tuh di pipi kirinya da tompelnya..” Angel memandangi cowok yang juga tengah duduk gak jauh dari kursinya. Ia juga tengah sante2 baca buku sambil melihat air mancur dan orang2 yang lewat. Karena punya aktifitas yang sama, Angel jadi pengen kenalan dengan tuh cowok. Tapi ... hhihi, gak berani.
Gak nyangka cowok itu menoleh ke arah Angel. Mungkin ia merasa kalo diliatin terus. Dia melihat Angel dengan tanpa ekspresi. Waktu Angel memalingkan wajahnya ke depan karena malu. Tuh cowok juga mengalihkan wajahnya ke buku yang sedang di bawa nya.
Beberapa kali mereka saling melihat.
Gak di sangka Angel. Si cowok beranjak dari kursinya dan berjalan menuju kursi Angel.
“kenapa kamu ngeliatin aku terus?” tanya cowok itu polos dan em.. cukup ramah.
“hehe.. emang gak boleh ya???” jawab Angel dengan setengah nyengir.
“boleh kog. Tapi aku penasaran aja napa kog kamu liatin terus.. btw nama kamu siapa? Aku Leo”
“nama ku Angel.. ,, wah aku gak nyangka lo kamu mau ngajak kenalan duluan. Kukira kamu tipe cowok yang dingin. Oh ya kamu kul dimana?”
“hehe. Gak kog. Aku gak dingin. Aku malah suka tambah temen. Aku kul di udinus.. ,, eh daripada Cuma duduk mending jalan2 keliling taman yuk. Sambil ngobrol2.”
“oke deh. yuk”
Mereka beranjak. Dari siang sampe sore mereka asik ngobrol2. Beli makanan di taman itu. dan mengelilingi taman dengan senang.
Kangen tompelmu
“tau gak stef. Aku punya kenalan baru lho.. namanya Leo. Orangnya baik.” curhat Angel ama Stefi.
“oh ya? Aku pengen tau nih. Kayak gimana orangnya?”
“nih , aku punya foto nya yang ku ambil dari fb. Liat deh. menurutmu gimana?”
“em.. manis sih, tapi culun juga. Ada tompel lagi. sejak kapan ngel kamu suka cowok yang bertompel?”
“yeee emang napa? Yang penting kan dia baik, manis lagi. dia juga bukan tipe cowok yang jaim ma cewek. Masalah tompel sih itu gak begitu wat aku masalah. Malah selalu bikin aku penasaran”
“em. Ea kalo emang kamu suka juga gak papa kog. Lagian cowok cakep juga belum tentu baik hatinya. Aku doain moga hubunganmu ma dia makin baik deh. dan jangan lupa kalo jadian aku di traktir. “
“oh kalo itu sih gampang stef. Kamu tenang aja. Oke”
Hari –hari Angel terlewati dengan indah. Karena sekarang dia punya kenalan yang baik. pinter lagi. suka baca buku dan gak suka melakukan hal2 gak berguna. Angel kan suka cowok kayak gitu. Angel jadi bisa belajar banyak dari Leo. Leo juga anak ekonomi. Jadi asik wat bertukar pikiran.
Kini udah tiga bulan mereka saling mengenal. Leo pun tau bahwa Angel tuh keras kepala tapi mudah nangis. Leo juga tau walopun Angel gampang nangis tapi dia juga gampang ketawa dan ceria. suka hal2 yang lucu. Leo juga tau, Angel bisa nrima ia apa adanya. Meskipun ia bertompel. Tapi Angel enjoy2 aja jalan ma dia di depan umum.
Leo berniat menembak Angel besok. Di taman pertama kali mereka ketemu.
Keesokan harinya...
Hari yang paling ditunggu-tunggu Leo. Angel pun juga sebenernya menantikan hal ini.
“ngel. Kita udah cukup lama kenal. Aku udah yakin dengan apa yang aku rasakan sekarang. Kamu mau gak jadi pendamping hidupku?”
“em... gimana ya?” Angel pura2 menimbang-nimbang. Leo dagdigdug menunggu jawaban Angel. “ehem... iya” jawab Angel sambil mengangguk mantap!
“ciuuussss ngel?”
“cungguh”
“makacih ya. Ohya, aku bawa sesuatu wat kamu. nih” Leo menyodorkan novel teenlit ama Angel. Si Angel emang suka banget baca novel teenlit. Karena novel itu tu remaja sekaleee.
Kangen tompelmu
Udah sebulan Angel dan Leo jadian. Gak lupa juga Angel mentraktir si Stefi, Leo juga mentraktir sepupu nya Juni yang udah mendukung dan membantu pedekate nya ama Angel. Mereka berempat makan bareng kayak double date. Lewat double date itulah si Stefi dan juni yang emang sama2 jomblo jadi makin dekat. Jadi kayak simbiosis mutualisme.
Angel dan Leo mendukung hubungan Stefi dan juni. Mereka cocok. Sekarang gantian Leo yang bantuin juni wat pedekate. Juga di bantu Angel yang sahabatan ama Stefi.
Rabu malam..
Waktu Angel lagi asik baca novel. Tiba2 hape berdering tanda ada sms. Cihuy, dari lovely Leo..
:: bsk jln2 k tmn yuk. Hbs kul. Lgsug ktmu d tmn aj. (Leo)
:: oke..^^
Setelah selesai smsan. Angel malanjutkan membaca novelnya. Sampe ia mengantuk dan terlelap dengan hati yang bahagia.
Kangen tompelmu
Pagi yang cerah. hati Angel juga cerah. ia pengen kul hari ini cepet selesai biar dia cepet jalan2 ama Leo. Hehe..
“stef.. aku duluan ya? Ada janji ama Leo”
“hem... ya deh yang mau kencan. ,”
“hehe... ,, trus siapa tuh yang udah dijemput juni. Ehem2... , ea udah , aku pergi dulu ea stef. Daaa”
“daaa Angel... gud lak ea”
Angel membalas lambaian Stefi.
Waktu udah sampe di taman. Langit udah mulai mendung. Kira2 lima menit kemudian udah mulai rintik2. Leo belum juga datang. Angel menunggu disuatu stand bakso. mereka mo maksi di taman ini. jadi bisa terlindungi kalo hujan makin deres. Angel sibuk celingak celinguk kanan kiri depan belakang. Ia udah sms Leo tapi gak dibales. Mungkin lagi otw.
Waktu Angel sibuk dengan hape nya. Tiba-tiba..
“Angel..” Angel segera mengangkat wajahnya. Dia kira itu Leo . tapi ternyata gak. Cowok , juga berkulit putih. Wajah cakep. Gak ada kacamata. Gak ada tompel. Tapi kog kayaknya Angel gak asing ama orang ini.
“sori, kamu siapa ya?”
Cowok itu langsung duduk di depan Angel. Angel bingung. Nih cowok aneh badai.
“ngel.. mungkin kamu gak akan percaya. Akuuuu... Leo, pacar kamu”
“haaa? Gak mungkin. Leo ku kan berkacamata, rambutnya rapi, dan ada tompel di pipi kirinya.” Angel memandangi baju dan tas yang di pake cowok itu. keduanya sama dengan gaya Leo. Tapi mana mungkin?
Leo mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya. ia menyisir rambutnya dengan rapi. Ia pake kacamata. Dan ia pake tompel imitasi. Angel tercengang.
“plis jangan marah ya ngel. Aku bukannya mo mainin kamu. aku hanya pengen nemuin cewek yang bisa nrima aku apa adanya. Sori ngel selama ini aku menyamar... soriii banget!”
Angel masih agak syok. Ia mencoba menerima ini dengan pikiran terbuka dan gak ada emosi.
“napa baru sekarang jujur Leo?”
“aku baru berani sekarang.. takut kamu kecewa karena aku udah nyembunyiin sesuatu dari kamu”
“hahahaha.... lucu banget sih ekspresi kamu.. , ngapain aku kecewa? Toh tujuan kamu baik. aku juga sama. pengen nemuin cowok yang bisa nrima aku apa adanya. Makanya aku gak pernah dandan dan selalu berpenampilan sesukaku.”
“jadi kamu gak marah kan? Kamu juga bisa nrima aku yang sekarang?”
“bisa lah. Tapi...kalo boleh jujur, aku lebih suka kamu yang culun, karena itu kesan pertama saat aku kenal kamu”
“cius? Jadi aku mesti pake tompel terus?”
“iya donk. Kan tompel mu yang bikin kamu beda dari yang lain. dan yang bikin aku kangen. Hehe” canda Angel.
“hahahahahah...” keduanya ketawa2. Sampe2 orang2 di meja lain saling melihat drama mereka. Ups!
SELESAI