Picture of You 1
By: rohmah cipzz
Cuaca diluar cerah. tapi gak secerah hati cewek aneh yang selalu menguncir dua kiri kanan pada rambutnya yang lurus meskipun ia udah anak SMA. Helga, orang2 memanggilnya begitu karena itu emang nama panggilannya sejak kecil. Dia lagi termenung di kasurnya yang empuk dan berseprai pink dengan gambar
hellokitty. Termenung memandangi sesuatu.. Foto di tangan mungilnya gak bisa dibilang baru lagi. udah setahun ia selalu membawa foto itu kemana-mana. Foto sederhana dengan bingkai kotak kecil dari kayu. Terpajang foto sosok cowok berambut jabrik yang selalu mendebarkan hatinya.
Helga anak yang cukup aneh. Perasaannya masih sangat labil. Kadang ia tersenyum dan berjingkrak-jingkrak memandang foto belahan hatinya. Kadang pula ia merenung tak karuan sampai kapan. Tingkahnya masih selebay anak2 SMA lainnya.
“kamu lagi ngapain dirumah mu Arnold?” tanya Helga yang ditunjukkan pada foto yang masih dipegangnya.
Hening... entah si Arnold merasa ato gak kalo Helga lagi kangen.
Daripada diem aja. Helga akhirnya memutuskan untuk pergi. Pergi ke persinggahan belahan jiwanya.
“ma, aku keluar dulu sebentar..”
“mau kemana hel?” tanya mama
“em.. jalan2 aja ma. Cari udara segar.. hehe ,, daa mama”
Udah sampe ditujuan. Helga segera mengendap-endap. Takut ketahuan yang punya rumah. Kamar si belahan jiwa di lantai dua. Untung disitu ada tangga yang terbuat dari kayu. Helga menaiki tangga itu dan melihat seseorang dari jendela.
Sosok yang dia dambakan terlihat jelas dari balik jendela itu. Arnold lagi duduk di meja belajarnya. Entah apa yang dia lakukan di meja belajar itu di saat hari minggu siang seperti ini. Helga ingat, Arnold emang suka membuat eksperimen yang juga gak kalah aneh dengan dirinya.
“oh Arnold.. betapa so sweetnya dirimu, meskipun hanya terlihat dari belakang. Ingin sekali aku masuk ke jendela ini untuk menyapamu. Tapi.... aaaaa.... ,,” teriak Helga tiba-tiba karena ia merasakan tangga tempatnya berpijak terasa bergoyang. Ia melihat ke bawah. Sialan! Anak2 kecil kurang kerjaan itu mengganggunya.
“hei, pergi kalian.. dasar pengganggu!”
“hahaha.... kak Helga suka ngintiiiippp.. ,,huuuuu,,, ntar aku kasih tau ke kak Arnold lho. Haha” anak2 itu malah meledek dan makin bikin Helga kelabakan. Suara mereka keras sekali.
“haaa,, pergi sanaaaaa...”
“Helga,, kamu kenapa disitu?” tiba-tiba terdengar suara yang bisa mencopotkan jantungnya. Bukan karena kaget. Tapi karena gugup dan degdegan hanya dengan mendengar suaranya.. oh Arnold! Helga secepat mungkin memasukkan foto Arnold ke dalam sakunya.
“aku.. aku,, ..” Helga bingung menjawab. “itu bukan urusan kamu Arnold.. udah ah, aku mo pergi” jawab nya ketus sembari turun dari tangga dan bergegas meninggalkan rumah Arnold. Ia berlari pulang kerumahnya.
Helga gak mampu berbica halus pada Arnold. Hatinya berontak. Selama ini perang batin masih sering mengganggunya.
Cinta... ,, tapi malu dan gengsi. Helga selalu menutupi itu dengan sifat keras kepalanya. #aneh!
Picture of you
Hari demi hari terlewati. Helga yang hari ini masih seperti Helga yang kemarin. dan Helga yang besok pun mungkin masih akan sama dengan Helga yang hari ini. Arnold! Bayangan nya selalu memenuhi hati Helga. Dia naksir cowok itu setahun yang lalu dan dia hanya bisa memendamnya. Menggelikan! ,,pernah dia membayangkan bagaimana kalo dirinya nembak Arnold? Astaga... ide yang kekanak-kanakkan..
“hei Helga,, lagi apa kamu?” tanya teman sekelas Helga si rido. Helga spontan kaget. Karena ia lagi sibuk mengamati foto nya Arnold. Ia segera memasukkan foto itu di saku nya.
“oh gak pa pa kog do,,” selesai menjawab Helga segera keluar kelas dan menyusul temennya yang dikantin.
Oh tidak. Ada Arnold di kantin. Helga gugup. Ia selalu bingung mo bersikap kayak gimana. Tapi siapa cewek di samping Arnold itu? kayaknya mereka lagi barengan di kantin. mulai ada curiga menyergap hati nya.
Arnold dan gadis itu duduk bareng di suatu meja yang gak jauh dari teman2 Helga kumpul.
“hel... kamu ngleliatin apa?” tanya Sinta
“em gak kog.. ,,” dia bilang gak, tapi mata nya gak berkedip pun melihat aktifitas Arnold dan gadis gak dikenalnya itu.
Teeeeeettttttt.... bel tanda pulang berbunyi..
Helga dkk segera mengemasi barang2 dan keluar kelas. Mereka jalan sama2 menuju halte bus. Dan..
Aha,, lagi2 ada Arnold! Dan apa? Gadis itu lagi? oh tidak . ini bencana. Batinnya lebay.
Arnold dan gadis itu menunggu bus di halte. Arnold akan naik bus yang sama dengan Helga karena rumah mereka memang satu kompleks. Sedang kan gadis itu? entahlah... Helga pusing!
“hei Helga..” sapa Arnold ramah.
“gak usah sok ramah deh nold! ,, dia siapa?” tanya Helga mengarah pada gadis yang rambut lurusnya di kepang dua.
“oh dia Lisa.. temanku sekelas”
“hai Helga.. ,, salam kenal” seru Lisa ramah. Helga melotot dan gak menjawab. Ia memalingkan wajahnya ke arah lain. Lisa yang tau Helga gak suka padanya diam saja. Arnold juga diam. Arnold emang orang yang cukup pendiam.
Waktu bis datang. Ternyata Lisa juga naik. huh! Rumahnya mana sih?
“Helga, Lisa mau belajar bareng dirumahku. Kamu mo ikut gak? Lagian kita kan searah” ajak Arnold ketika mereka lagi berdiri di bis kayak tarzan karena bus nya penuh.
“GAK!!!” jawab Helga singkat! Belajar bareng ama cewek yang selalu buntutin kamu? haha. Yang bener aja. Batin Helga sinis.
Helga dan Sinta juga satu kompleks. Waktu udah melewati rumah Arnold. Sinta belok kiri. Dan Helga belok kanan. Sedang kan Arnold dan Lisa udah masuk rumah Arnold. Helga menunggu Sinta sampe gak terlihat. Sewaktu Sinta udah gak keliatan dan bisa dijamin dia gak liat Helga. Helga segera mengayunkan kaki balik ke rumahnya Arnold. Dia mengendap-endap lagi.
“pasti mereka lagi belajar di ruang tamu nya Arnold” Helga mengintip dari jendela ruang tamu. Jendela terbuka sedikit. Bener aja. Si Lisa lagi buka-buka buku. Arnold mungkin lagi nyiapin minum wat Lisa. Helga mulai punya ide nakal. Ia mengambil jajan kacang kulitnya. Ia makan satu lalu kulitnya dia lemparkan ke Lisa lewat jendela. Setelah melempar ia segera bersembunyi. Lisa terkejut. Ia celingak celinguk. Karena gak ada apa2. Jadi dia berusaha fokus ke buku.
Helga beraksi melempar kulit lagi sampai beberapa kali. Lemparan ke lima, Arnold datang dengan membawa dua cangkir teh. Melihat lemparan itu. Arnold segera melihat ke arah jendela. Gak ada siapa2. Helga bersembunyi di bawah jendela dan duduk disitu dengan masih mengunyah pelan-pelan kacang kulitnya. Dan sedang mempersiapkan lemparan kulit kacang yang berikutnya untuk Lisa.
“Helga... sedang apa?” Helga terkejut dan menghentikan kunyahannya. Oh tidak.. , lagi2 kepergok. Jadi Arnold keluar rumah dan menuju bawah jendela.
“menurutmu apa? Aku lagi makan kacang kulit, dasar mengganggu!” dengan sewot 100% Helga melangkah pergi pulang. Arnold terheran-heran. Matanya mengikuti langkah Helga yang gusar sambil geleng2 kepala. Lalu masuk rumah lagi.
Malamnya...
“oh Arnold.. ,kau begitu sempurna dimataku. Hatimu sungguh lembut! ,, rambut jabrikmu selalu membuatku rindu..” seperti biasa Helga bersyair ngasal sambil memandangi foto Arnold. Memegangnya erat hingga tak ingin lepas sejari pun.
“Arnold??” suara kakak Helga si aji mengagetkannya. Ternyata ada yang menguping.
“kenapa??” jawab Helga singkat
“jadi selama ini kamu naksir Arnold?”
“itu urusanku”
“mau aku bantu untuk menyatakan cinta?” katanya dengan ekspresi gak karuan.
“apa? Gak perlu!” Helga menjawab sewot. Membantu menyatakan cinta berarti sama saja dengan kakaknya ember dan bilang ke Arnold yang sebenarnya. Helga bergidik ngeri membayangkan hal itu.
“beneran???”
“haaaaahhhh.. ,, mamaaaaaaa” teriak Helga memanggil mama nya. si aji langsung lari terbirit-birit menuju kamarnya.
Bersambung...